Postingan

Entri yang Diunggulkan

Saat Trauma Tidak Kunjung Hilang: Mengapa Penanganan Dini Sangat Penting?

  Oleh: Muhammad Fauzi Syafirdy Anggota Bidang Kader PK IMM Fakultas Psikologi UHAMKA Periode 2025–2026   Setiap orang bisa mengalami peristiwa yang mengubah hidup dalam sekejap. Kecelakaan, bencana alam, kehilangan orang terdekat, hingga menjadi korban kekerasan dapat meninggalkan luka yang tidak terlihat. Meski peristiwanya telah berlalu, rasa takut, cemas, dan bayangan kejadian tersebut terkadang masih terus menghantui. Kondisi ini dikenal sebagai Acute Stress Disorder (ASD) atau Gangguan Stres Akut. ASD merupakan respons psikologis yang muncul setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis. Penderitanya dapat mengalami mimpi buruk, sulit tidur, sering mengingat kembali kejadian yang dialami, mudah terkejut, hingga menghindari tempat atau situasi yang mengingatkannya pada trauma. Banyak orang mengira bahwa perasaan tersebut akan hilang dengan sendirinya. Padahal, jika gejalanya terus mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan. Pena...

Belajar atau Sekadar Menyelesaikan Tugas?

Oleh: Salfa Hanifa Zahra Zaeni Sekretaris Bidang Organisasi PK IMM Fakultas Psikologi UHAMKA Periode 2025–2026   Pernahkah Anda melihat mahasiswa yang rela begadang demi menyelesaikan tugas, tetapi saat diminta menjelaskan isi tugasnya justru kebingungan? Fenomena ini bukanlah hal yang asing di dunia perkuliahan. Bagi sebagian mahasiswa, yang terpenting adalah tugas selesai dan dikumpulkan tepat waktu. Sayangnya, proses memahami materi sering kali menjadi hal yang terabaikan. Kondisi tersebut juga terlihat saat presentasi di kelas. Tidak sedikit mahasiswa yang hanya membaca isi slide tanpa mampu menjelaskan kembali materi dengan bahasa mereka sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa belajar belum sepenuhnya menjadi proses memahami, melainkan hanya sekadar memenuhi kewajiban akademik. Menurut teori konstruktivisme yang dikemukakan Jean Piaget, belajar bukan sekadar menerima informasi dari dosen atau menghafalkan materi. Belajar merupakan proses aktif untuk membangun pengetahua...

Rumah yang Tak Pernah Pulang

  Oleh: Siti Istikomah Ketua Bidang Kajian Pengembangan dan Keilmuan PK IMM Fakultas Psikologi UHAMKA Periode 2025–2026   Rumah itu tak pernah terbakar, namun hangusnya terasa sampai ke dada. Tak ada pecahan kaca, tak ada pintu yang dibanting hingga roboh, hanya luka-luka kecil yang datang bergiliran dan memilih tinggal lebih lama daripada seharusnya.   Di sana, tawa selalu terdengar seperti tamu. Datang sebentar, lalu pamit tanpa janji kembali. Sementara itu, malam-malam sibuk menimbun rahasia, kecurigaan tumbuh seperti lumut di dinding yang lembap, dan kepercayaan perlahan lapuk seperti kayu yang digerogoti dari dalam.   Aneh.   Dari luar, rumah itu masih disebut rumah. Dari dalam, rasanya lebih mirip ruang tunggu bagi sesuatu yang buruk untuk terjadi lagi. Maka lahirlah kebiasaan-kebiasaan yang bahkan tak pernah diminta dan tak bisa diduga kedatangannya, mendengar langkah kaki dengan cemas, menafsirkan nada...

Ekstraksi Sumber Daya Alam, Ekstraksi Tubuh Perempuan

Oleh:  Umar Hamid Nugroho Ketua Umum PK IMM Fakultas Psikologi UHAMKA Periode  2025–2026 Indonesia merupakan negara yang “kaya”. Kaya akan budaya, kaya akan alam dan kaya akan sumber daya mineral. Di banyak wilayah Indonesia, tambang, migas, dan perkebunan besar selalu tersimpan dan terbudidayakan kehasilannya. Kekayaan ini semua merupakan anugerah yang Tuhan beri dan menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar. Namun, dibalik keindahan dan kemegahannya, tersingkap perilaku kekerasan yang tak terbendung adanya. Ekstraksi sumber daya alam ternyata berjalan sejajar dengan ekstraksi atas tubuh perempuan, merupakan sebuah kenyataan yang jarang disorot, namun tersembunyi dibalik narasi “pemerataan pembangunan.” Di banyak daerah Indonesia, khususnya daerah pegunungan dan lereng perbukitan, suara-suara bising mulai menjadi suara yang paling seringkali terdengar di setiap pagi. Dimana, kicauan burung dan desiran angin sejuk menemani perempuan-perempuan ketika menyirami t...

Bertumbuh dalam sebuah wadah

  Oleh:  Anggraini Fathiah Ningsih, Faizatul Mufida, Indah Nurul Husna Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan PK IMM Fakultas Psikologi UHAMKA 2024-2025       Di sebuah ruangan kecil ukuran persegi, di pantulan cermin, saat ini aku memikirkan sesuatu. Di kesunyian malam, pikiranku berputar-putar dengan cepat. Langkah yang baru untuk memulai sesuatu, namun masih terasa hampa bagiku. Rasa sepi dan hampa. Semua seperti seolah-olah menjadi satu.     Mengingat sesuatu yang pernah terjadi di masa lampau, rasanya seperti mengingatkan kembali pada puing-puing yang hilang. Berserakan. Tidak teratur. Akankah saat ini aku mengambil keputusan itu lagi? Memberi kesempatan pada diri sendiri untuk menata ulang itu lagi? Atau akan terasa hampa lagi nantinya? Semua berkecamuk menjadi satu di kepalaku saat ini. Ragu. Takut. Namun, aku harus mencoba. Tapi darimana? Darimana langkah awal ini akan aku mulai?  Matahari sudah di titik zenit. "Sepertinya aku harus berangk...

Refleksi Seorang Pemimpin: Jatuh atau Tumbuh

Oleh:  Rahmawati Nurul Fadillah Sekretaris Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik PK IMM Fakultas Psikologi UHAMKA 2024-2025      Mengapa aku terpilih menjadi pemimpin? Apakah aku benar-benar layak? Kadang aku bertanya-tanya, apakah mereka percaya padaku, atau hanya karena tidak ada pilihan lain? Kepemimpinan bukan hanya sekadar gelar, bukan hanya sekadar jabatan yang bisa dibanggakan, tapi ini adalah tanggung jawab, dan tanggung jawab itu terasa begitu berat di pundakku.      Terkadang aku merasa bersyukur ketika aku merasakan berat dari tanggung jawab itu. Itu tandanya dalam diriku tumbuh jiwa dan perasaan kepemilikan atas rasa tanggung jawab tersebut, dan itu pun tandanya aku sadar bahwa apa yang aku mulai juga harus aku selesaikan, bagaimana pun caranya.    Menjadi seorang pemimpin tak luput dari sebuah pengambilan keputusan, yang nantinya setiap keputusan yang kuambil bukan hanya akan berdampak padaku, tetapi juga pada mereka yang ad...

Tumbuh Bersama, Saling Menjaga: Perjalanan Maru dalam Organisasi

Oleh:  Puput Waina, Keisha Kamilah, Dilla Pusparini Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat PK IMM Fakultas Psikologi UHAMKA  2024-2025          Namaku Maru, ini tahun pertamaku menginjak dunia perkuliahan. Aku selalu bermimpi membuat perubahan dalam diriku. Aku ingin melakukan sesuatu yang berarti sekaligus bisa membantu orang lain. Alasan inilah yang membuatku berdiri di depan papan registrasi organisasi ini. Jantungku berdegup kencang, ada rasa semangat tetapi juga rasa takut. Aku bertanya-tanya dalam hati, apakah ini keputusan yang tepat untukku ambil?    Aku memberanikan diriku untuk bergabung dalam organisasi ini. Hari-hari awalnya terasa menyenangkan. Hariku diisi dengan teman-teman baru, diskusi seru, tawa, serta semangat menyusun program kerja bersama. Aku merasa diterima. Setiap kali kami menyelesaikan tugas bersama, ada kebanggaan yang menyelimutiku.      Seiring berjalannya waktu, organisasi ini mulai terasa ...