Saat Trauma Tidak Kunjung Hilang: Mengapa Penanganan Dini Sangat Penting?
Oleh:
Muhammad Fauzi Syafirdy
Anggota Bidang Kader
PK IMM Fakultas Psikologi UHAMKA Periode 2025–2026
Setiap orang bisa
mengalami peristiwa yang mengubah hidup dalam sekejap. Kecelakaan, bencana
alam, kehilangan orang terdekat, hingga menjadi korban kekerasan dapat
meninggalkan luka yang tidak terlihat. Meski peristiwanya telah berlalu, rasa
takut, cemas, dan bayangan kejadian tersebut terkadang masih terus menghantui.
Kondisi ini dikenal
sebagai Acute Stress Disorder (ASD) atau Gangguan Stres Akut. ASD
merupakan respons psikologis yang muncul setelah seseorang mengalami peristiwa
traumatis. Penderitanya dapat mengalami mimpi buruk, sulit tidur, sering
mengingat kembali kejadian yang dialami, mudah terkejut, hingga menghindari
tempat atau situasi yang mengingatkannya pada trauma.
Banyak orang mengira
bahwa perasaan tersebut akan hilang dengan sendirinya. Padahal, jika gejalanya
terus mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan.
Penanganan sejak dini sangat penting karena dapat membantu mencegah berkembangnya
gangguan yang lebih berat, seperti Post-Traumatic Stress Disorder
(PTSD).
Salah satu metode yang
banyak digunakan untuk membantu pemulihan adalah Trauma-Focused Cognitive
Behavioral Therapy (TF-CBT). Terapi ini membantu individu memahami hubungan
antara pikiran, perasaan, dan perilaku setelah mengalami trauma. Dengan
pendampingan profesional, individu diajak menghadapi pengalaman traumatis
secara bertahap sehingga rasa takut dan kecemasan dapat berkurang.
Namun, proses pemulihan
tidak hanya bergantung pada terapi. Dukungan keluarga, teman, dan lingkungan
sekitar juga memiliki peran yang besar. Sayangnya, masih banyak orang yang
enggan mencari bantuan karena takut dianggap lemah atau mendapat stigma dari masyarakat.
Padahal, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik dan perlu
mendapatkan perhatian yang sama.
Trauma memang dapat
meninggalkan bekas, tetapi bukan berarti seseorang tidak bisa pulih. Dengan
mengenali gejala sejak awal, memperoleh dukungan dari lingkungan, dan
mendapatkan penanganan yang tepat, proses pemulihan dapat berjalan lebih baik
sehingga individu mampu kembali menjalani kehidupannya dengan lebih sehat dan
percaya diri.
Komentar
Posting Komentar