Rumah yang Tak Pernah Pulang
Oleh: Siti Istikomah Ketua Bidang Kajian Pengembangan dan Keilmuan PK IMM Fakultas Psikologi UHAMKA Periode 2025–2026 Rumah itu tak pernah terbakar, namun hangusnya terasa sampai ke dada. Tak ada pecahan kaca, tak ada pintu yang dibanting hingga roboh, hanya luka-luka kecil yang datang bergiliran dan memilih tinggal lebih lama daripada seharusnya. Di sana, tawa selalu terdengar seperti tamu. Datang sebentar, lalu pamit tanpa janji kembali. Sementara itu, malam-malam sibuk menimbun rahasia, kecurigaan tumbuh seperti lumut di dinding yang lembap, dan kepercayaan perlahan lapuk seperti kayu yang digerogoti dari dalam. Aneh. Dari luar, rumah itu masih disebut rumah. Dari dalam, rasanya lebih mirip ruang tunggu bagi sesuatu yang buruk untuk terjadi lagi. Maka lahirlah kebiasaan-kebiasaan yang bahkan tak pernah diminta dan tak bisa diduga kedatangannya, mendengar langkah kaki dengan cemas, menafsirkan nada...