Menelusuri Makna Mendalam Mars IMM: Perjuangan Kader IMM Menuju Gerakan Intelektual Profetik

Nadia Dini, Mashita Putri Waluyojati, dan Avisa Regina Cahyaningrum

Oleh Bidang Organisasi

PK IMM Fakultas Psikologi UHAMKA 2022-2023


Dalam bait Mars IMM yang seringkali dinyanyikan, "Kitalah cendikiawan berpribadi, susila cakap taqwa kepada Tuhan" bukan sekadar lantunan semangat, melainkan juga mengandung makna yang dalam, yang mencerminkan tujuan dan peran penting Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Dalam perjalanan sejarah organisasinya, IMM telah menjadi wadah penting dalam pembinaan calon pemimpin di tubuh Muhammadiyah dan bahkan di pemerintahan. Bait ini menekankan pentingnya memiliki karakter cendekiawan yang tak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan taqwa kepada Tuhan. Ini mencerminkan peran IMM dalam menciptakan akademisi Islam yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga bertekad menjalani hidup dengan susila. Hal ini selaras dengan cita-cita Muhammadiyah untuk menghidupkan ajaran Islam yang berasal dari Al-Qur'an dan Sunnah, sambil membentuk masyarakat Islam yang sesungguhnya. Bait Mars IMM dengan tegas mengingatkan kita akan komitmen IMM untuk menghidupkan nilai nilai  Islam dalam kehidupan sehari – hari,  mencetak pemimpin yang berlandaskan nilai – nilai  Islam yang mulia dan membentuk akademisi yang berakhlak. Semua itu sebagai kontribusi pada pembentukan masyarakat Islam sesuai dengan ajaran Islam yang benar.

Konsep “cendikiawan berpribadi” dalam konteks IMM mencakup dua dimensi penting: kecerdasan intelektual dan kepribadian yang luhur. Para kader IMM diharapkan terus meningkatkan kemampuan berpikir mereka untuk memahami dunia sekitar. Di samping itu, penting untuk menjunjung tinggi nilai - nilai Profetik dalam kepribadian mereka. Setiap bait dalam Mars IMM bukan hanya lagu semangat, tetapi juga merupakan prolog bagi perjuangan mereka. Bait-bait ini mencerminkan pemahaman yang mendalam dari pencipta lagu tentang tujuan IMM dan Muhammadiyah secara keseluruhan. Sebagai agen yang berperan dalam memajukan nilai-nilai Profetik, IMM telah melakukan kaderisasi selama puluhan tahun. Meski begitu, perjalanan ini tidak selalu berjalan sesuai harapan. Transformasi dalam pemikiran terutama dalam menghadapi perkembangan zaman telah memengaruhi pergerakan IMM. Terkadang, cita-cita untuk membawa peradaban seringkali terhambat oleh pertimbangan pragmatis dan kepentingan pribadi yang mungkin hadir dalam dinamika organisasi.

Menariknya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) juga memiliki tanggung jawab yang signifikan dalam mendukung prinsip-prinsip demokrasi dan menjalin kerja sama yang erat dengan pemerintah, sesuai dengan nilai-nilai yang mereka pegang teguh. Di tengah dinamika organisasi ini, IMM berupaya mempertahankan inti dari Gerakan Intelektual Profetik. Gerakan ini bertujuan besar untuk menciptakan cendekiawan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi. Buku "Manifesto Gerakan Intelektual Profetik" Karya seorang tokoh nasional IMM; M. Abdul Halim Sani, secara tegas menetapkan perjuangan IMM. Namun dalam perjalanan ini, muncul pertanyaan mendasar: apakah kader-kader IMM sejati telah berhasil memberikan manfaat yang signifikan bagi lingkungannya? Apakah mereka masih memegang teguh nilai-nilai yang telah diwariskan oleh IMM sejak awal?

Untuk menjaga agar IMM tetap berada pada jalurnya sebagai Gerakan Intelektual Profetik, setiap kader perlu dengan tekun menerapkan konsep "Cendekiawan Berpribadi" dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Ini bukan sekadar simbol, tetapi juga menjadi identitas utama yang membedakan IMM dari gerakan lainnya. Melalui proses perkaderan baik formal maupun non-formal, kader IMM diharapkan menjadi penggerak perubahan sosial yang menciptakan sejarah bagi bangsa ini dengan inovasi-inovasi yang mereka usung. Namun, semangat ini tidak boleh meredup. Ancaman terbesar terhadap pergerakan IMM sering kali datang dari dalam, di mana pragmatisme dan kepentingan pribadi dapat mengikis esensi gerakan. Diperlukan komitmen yang kokoh dan konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai IMM untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam organisasi. Cita-cita IMM untuk menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan maju harus selalu menjadi panduan setiap langkah yang diambil oleh para kader. Sebagai bagian integral dari peradaban ini, IMM memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk masyarakat yang lebih baik.

Semoga berkah rahmat Ilahi, Melimpahi perjuangan kami. Jayalah… IMM jaya. Abadi… perjuangan kami. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harmoni dalam Komunikasi Organisasi

GEMALI

Peran Kepemimpinan dalam Meningkatkan Literasi: Menumbuhkan Budaya Belajar dan Membaca di Era Society 5.0 dalam Konteks IMM