Wawasan Kebangsaan Dalam Islam
Wawasan
Kebangsaan Dalam Islam
Oleh : M. Rizky Rais
Indonesia merupakan
negara kesatuan dan mempersatukan beragam ras, suku, bahasa, budaya, dan agama.
Keragaman yang dimiliki ini rentan terhadap sikap eksklusif dari suatu golongan
ras, suku, bahasa, budaya, dan agama terhadap golongan ras, suku, bahasa,
budaya, dan agama yang lain. Setiap individu masyarakat hendaknya dapat
menghargai perbedaan yang ada demi tercapainya kedamaian yang hakiki. Kenyataan
di Indonesia saat ini bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia tidak merasakan
kedamaian. Banyak kasus terjadi yang dapat dilihat secara langsung maupun di
media massa antara lain tindak kriminal yang mengatasnamkan mahasiswa, korupsi
sistemik disemua birokrasi, konflik antar masyarakat, pengusuran, dan konflik
agama.
Mahasiswa
Sebagai contoh, kepulangan habib
Rizieq Shibab yang menuai banyak kontroversi sehingga perlu adanya pengetahuan
terkait dengan wawasan kebangsaan agar sikap yang ditukjukan berlaku sesuai
dengan nilai – nilai kebangsaan. Kasus - kasus tersebut dapat
dapat menjadi faktor penyebab ketiadaan kedamaian maupun sebagai akibat
ketiadaan kedamaian dalam kehidupan individu. Mahasiswa sendiri memiliki peran aktif sebagai pemuda diantaranya sebagai
kekuatan moral. Dalam peran ini, mahasiswa dapat menumbuhkembangkan aspek etik
dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan. seperti yang kita ketahui
bahwa mahasiwa juga memiliki peran sebagai kontrol sosial, yang diharapkan para
mahasiswa membangkitkan sikap kritis terhadap lingkungan dan penegakan hukum dan juga peran terakhir
bagi mahasiswa dalam kehidupan sosial adalah sebagai agen perubahan dimana
mahasiswa dituntut untuk dapat memiliki sikap kepemimpinan dan kepedulian yang
tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.
Oleh karenanya
wawasan kebangsaan perlu untuk dikembangkan dalam diri setiap individu
masyarakat terutama kepada mahasiswa
yang memegang peran sebagai agent of change dan sebagai social
control. Apabila masyarakat memiliki wawasan
kebangsaan yang baik, maka inklusivitas dapat tercapai. Pada akhirnya,
masyarakat Indonesia akan merasakan kedamaian yang hakiki.
Dalam hal
wawasan kebangsaan tentu tidak terlepas dari islam karena konteks kebangsaan Indonesia, wawasan kebangsaan yang diterapkan di
Indonesia adalah paham nasionalisme atau kebangsaan yang berdasarkan tauhid dan
kemanusiaan, berpandangan luas, di samping mementingkan negara sendiri juga
menghormati negara lain, tidak menjajah, mengintimidasi dan sebagainya. wawasan
kebangsaan jika tidak dilandasi dengan keislaman maka bukan tidak mungkin jika
tidak ada sikap intoleran begitu juga sebaliknya wawasan keislaman tanpa
disertai dengan wawasan kebangsaan dapat berdampak pada melemahnya sikap
nasionalisme. maka dari itu paham wawasan kebangsaan harus beriringan dengan
keislaman.
Paham
nasionalisme yang demikian itulah yang diterapkan di Indonesia yang dapat
menjamin terwujudnya sebuah kehidupan yang rukun, aman dan damai adalah
kesetiaan untuk menerima, memahami, menghayati, mengamalkan, membela dan
menegakkan pilar-pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-undang Dasar1945,
Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Komentar
Posting Komentar