Tips Menghadapi Orangtua “TOXIC”
TIPS
MENGHADAPI ORANGTUA “TOXIC”
Oleh : Bintang Altair
Pernah dengar istilah toxic people?
Atau tanpa sengaja kalian lihat karena muncul dikonten sosial media kalian?
Seperti namanya, toxic people itu artinya orang yang beracun. Eitss
tunggu dulu jangan kalian bayangkan kalau itu merupakan racun seperti pembersih
hama. Toxic people yaitu mereka orang-orang
yang suka meracuni pikiran-pikiran kita. Tujuannya supaya kita terus merasa
bersalah, kehilangan semangat, hidup dalam ketakutan, dan semacamnya. Mereka
juga tidak menyadari kalau ternyata diri mereka itu toxic. Banyak yang bilang ketika kita bertemu dengan toxic people
sebaiknya kita mengambil langkah mundur dan pergi yang jauh. Ketika bertemu
disosial media mungkin kita bisa melakukannya dengan memblock akunnya atau
kalau kita bertemu dalam circle pertemanan
kita bisa menjauh darinya dan memberikan jarak antara diri kita
dengannya.
Oke, lalu bagaimana kalau tertanya si toxic people itu merupakan orang
terdekat kita sendiri?
Misalkan seperti Orang Tua kita, nahlohhh terus
bagaimana?
Toxic Parents
Sebelumnya, kalian udah tau apa itu Toxic Parents?
Kalo belum, Bintang jelasin dikit deh.. Toxic Parents itu adalah tipe orang tua
yang mengasuh anaknya dengan kemauan dia sendiri tanpa memikirkan perasaan sang
anak, yang membuat anak merasa tekekang dan ketakutan Tak jarang orang tua
dengan karakter Toxic ini menyakiti anaknya secara fisik ataupun batin, hanya
karna keinginan mereka tidak di penuhi sang anak.
Saya dan kamu semua yang membaca ini pasti yakin
dan percaya kalau setiap orangtua pasti amat sangat menginginkan yang terbaik
untuk anaknya. Untuk mewujudkannya orangtua berusaha dan terus berjuang untuk
memberikan yang terbaik bahkan terkadang mereka rela membelah diri untuk
mengerjakan pekerjaan yang lainnya. Namun, adakalanya upaya ini bukan membuat
anak semakin terpacu untuk menjadi baik, justru semakin melukai anak.
Banyak orang tua yang tanpa sadar telah
menjadi toxic dalam kehidupan anak-anaknya. Sebetulnya, kalau
diruntut lebih jauh lagi, ini bukan sepenuhnya kesalahan mereka. Pola asuh yang
keliru dan luka batin yang mereka pendam selama inilah yang memicu mereka
bersikap demikian. Mereka tidak sadar atau lebih tepatnya tidak tahu bahwa
perbuatan mereka yang justru memberikan dampak buruk kepada anak-anak mereka.
Untuk lebih lengkapnya, mari kita bahas di
Ciri-ciri Toxic Parents. Ciri-ciri Toxic Parents :
1. Sulit mengontrol
emosi alias mudah marah
Mereka cenderung meluapkan emosi mereka kepada
anak, mereka selalu melebih lebihkan masalah dan bahkan mereka sampai
mengungkit masalah yang telah berlalu. Mereka juga tidak segan memarahi anaknya
di depan orang banyak dengan kalimat dan ucapan yang melukai hati
2. Sering mengkritik
secara berlebihan
Apapun yang dilakukan atau diperbuat anaknya,
mereka selalu mengkritik dengan kalimat kalimat menyakitkan, tak jarang orang
tua membanding bandingkan anaknya dengan anak orang lain. Dan hal ini akan
membuat sang anak kehilangan rasa percaya dirinya.
3. Sering mengungkit
kesalahan anak
Saat anak melakukan 1 kesalahan, maka mereka
akan mencari 1000 kesalahan pada anak mereka, hanya untuk meluapkan nafsu
amarah mereka.
4. Sering melakukan
penyiksaan fisik dan verbal
Tidak ada orang tua yang tega melakukan hal ini
terhadap anak mereka, akan tetapi para Toxic Parents ini justru melakukan hal
tersebut. Penyiksaan ini biasanya berbentuk tamparan, cubitan, atau bahkan
pukulan. Selain itu mereka juga melakukan penyiksaan secara verbal dengan cara
menghina anaknya dengan bahasa kasar yang tidak pantas di ucapkan kepada anak.
5. Kurang menghargai
anak
Sama seperti poin nomor 2 tadi, mereka cenderung
mengkritik anaknya dibanding memuji.
Mereka merasa apapun pencapaian yang diraih
anaknya tidak pernah memuaskan, apapun yang dilakukan anaknya selalu kurang di
mata mereka.
Sebenarnya masih banyak ciri-ciri Toxic Parents yang mungkin tidak bisa
dibahas secara spesifik. Tapi menurut aku 5 ciri-ciri diatas sudah cukup
menjelaskan bagaimana dan apa itu Toxic
Parents. Tapi perlu diingat orang tua yang sering marah bukan berarti bisa
kita klaim sebagai Toxic Parents.
Karena bisa jadi marahnya mereka karena memang kesalahan kita yang fatal atau
igin sekedar membuat teguran agar kita tidak mengulanginya. Karna gini, orang
tua marah ke kita karena mereka sayang sama kita. Kalo mereka udah gak marah
ketika kita ngelakuin kesalahan, itu tandanya mereka udah gak peduli sama kita
dan tanpa kita sadari kita menghapus peran mereka dalam kehidupan kita.
Cara menghadapi orang tua dengan karakter Toxic
:
1. Memaafkan dan
menerima orang tua apa adanya
Kita perlu bersyukur bahwa hari ini kita bisa
belajar ilmu parenting dari berbagai sumber dengan amat sangat mudah. Ada
banyak artikel yang bersliweran di sana sini yang memudahkan kita untuk
belajar, belajar, dan belajar. Kita bisa belajar untuk menjadi role model
terbaik bagi anak-anak kita dari segala kemudahan itu.
2. Menulis hal hal
positif tentang diri kamu
Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah Love
yourself, tulis semua hal positif tentang diri kamu, seperti ;
"Gilaa keren banget aku hari ini"
"Aku udah keren fikss"
"Kamu ngelakuin yang terbaik (nama kamu).”
Dan masih banyak lagi.
Kenapa harus gitu, Bintang ?
Hal ini agar kamu ga ngerasa useless, ga
berharga, ga percaya diri.
Anggep ini adalah benteng pertahanan kamu disaat
orang tua kamu merendahkan dan tidak menghargai usahamu
3. Mintalah pertolongan
Kalau kalian tidak sanggup dengan segala tekanan
yang diberikan oleh orang tua kalian, tidak ada salahnya lho berbagi hal ini
dengan orang yang kalian percaya. Bisa sahabat, pasangan, atau psikolog. Jangan
dipendam sendiri yaa karena adakalanya, kita butuh sudut pandang lain dalam
menyikapi hal ini. Memendamnya sendiri justru tidak baik dan bisa memicu
depresi.
Selain meminta pertolongan orang lain, tentu
saja kita juga harus banget meminta pertolongan pada Dzat Yang Maha
Membolak-balikkan hati manusia. Allah yang menciptakan mereka. Allah yang menggenggam
segala kuasa atas mereka. Maka, serahkan segala urusan kepada Allah. Minta
tolong sama Allah agar semuanya bisa dihadapi dengan mudah. Apa sih yang nggak
mungkin kalau Allah sudah berkehendak?
4. Tuangkan perasaan
dalam sebuah tulisan
Cara ini bisa kamu lakukan kalo emosi kamu
sedang menggebu gebu. Kamu bisa menulis atau menuangkannya melalui quotes, cerpen
atau bahkan novel. Ini dapat membantu mengurangi amarah kamu serta membalikkan
mood kamu selain itu, kamu juga bisa menjadi penulis dadakan lohhh.
Jadi gimana? Mending nulis atau selfharm?
5. Membuat batasan
antara diri sendiri dengan orang tua
Buat benteng diri kamu sendiri, dengan bersikap
asertif atau tegas dan percaya diri dalam komunikasi tanpa memancing respon
negatif dari lawan bicara
Belajar mengatakan "tidak" pada hal-hal
yang tidak kamu inginkan, dengan catatan memberikan alasan yang pasti. Tanpa
emosi ya bilang "tidak" nya
6. Mencari kesibukan
diluar rumah
Eitss tunggu dulu kesibukan disini dalam konteks
positif yaa. Berdiam diri dirumah saja terkadang hanya akan membuat kamu semakin merasa
tertekan, cobalah untuk bermain bersama teman teman atau kamu juga bisa
mengembangkan bakat dan minatmu diluar rumah. Buatlah mereka bangga, serta
buktikan pada mereka bahwa kamu bisa menjadi seseorang yang mereka banggakan
dengan caramu sendiri.
7. Jangan memaksakan
diri untuk mengubah orang tua
Hal ini hanya akan membuat masalah baru. Karena
sesuatu yang dipaksakan tidak akan pernah berhasil. Mengubah orang tua sendiri
tentunya sangat sulit, makadari itu kita tidak perlu memaksa mereka untuk
berubah. Seperti firman Allah SWT :
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan
suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka”
(QS. Ar-Ra’d [13]: 11).
8. Temukan orang yang
dapat di percaya
Kamu bisa mencari teman terpercaya untuk kamu
bercerita, memberi nasihat serta menyemangati
Dengan cara ini, kamu tidak akan pernah merasa
sendiri. Tapi inget teman-teman kamu harus mencari orang yang benar-benar tepat
okay
Punya
orang tua yang toxic memang nyiksa lahir batin. Beberapa
orang yang nggak tahan dengan ini bisa terganggu mental health-nya. Tapi, kita
perlu banget ingat bahwa nggak semua hal bisa kita kendalikan. Termasuk
mengendalikan siapa yang layak jadi orang tua kita. Alih-alih meratapi nasib
dan mengutuk orang tua, ada baiknya kita mulai bersahabat dan menerima
kenyataan. Kita memang tidak bisa memilih siapa yang menjadi orang tua kita,
tapi kita bisa memilih menjadi anak seperti apa kepada orang tua kita. Dan kita
juga bisa belajar bagaimana nantinya kita mendidikan anak-anak kita dimasa
depan.
Lepas
dari perbuatan mereka, kita masih punya kewajiban untuk berbakti kepada mereka.
Dan ini nggak akan pernah hilang selama mereka masih hidup. So, mumpung orang
tua kita masih hidup, mari kita sikapi segala masalah dengan bijak.
Komentar
Posting Komentar