Perjalanan Seorang Pemuda
Perjalanan Seorang Pemuda
Hari itu bertepatan dengan Senin yang cerah, sinar mentari dari
ufuk, udara yang bergerilya dengan asyik nya sehingga membuat pohon menjatuhkan
daun, laki-laki itu dengan gagah menunggangi kuda dan mengelilingi bawah kaki gunung
Merapi, sesampai nya di rumah yang koyah dan di atapi dengan bilah pelepah
lontar dan batang bambu yang rapuh digigit oleh rayap.
(ia mengetuk pintu sambil
seraya berucap) “Wahai yang ada di sana, siapapun itu..?”
Penghuni yang ada dalam rumah pun keluar dan menemui sang laki-laki
tersebut, dengan sangat mempertanyakan tujuan dan maksud lelaki itu.
“Bagaimana perasaanmu tatkala engkau tau bahwa dirimu tiada
memiliki apapun yang dikehendaki? Sedang rumah dan kondisi mu sudah sama-sama
berumur.” ucap lelaki muda.
"Wahai kamu lelaki yang
gagah, jika semua yang engkau ucapkan itu akan kembali padaku nanti, niscaya itu
akan membuatku terpana dan tidak ada satupun yang bisa menyelamatkan dan mengganti
nya nanti. Namun, jika diriku masih hidup maka matiku hanya untuk ruhaniyah
taqwa dan tidak nafsu dengan kerakusan dunia ini, aku akan selalu ridho dan
menghempaskan seluruh kepunyaan ku ini selagi aku puas dengan ruhaniyah taqwa
ku ini.” tangkas tuan rumah.
Lalu lelaki itu kembali
menunggangi kuda untuk ketempat yang lain. Setelah itu, menemukan rumah yang
sangat megah terbuat dari atap yg bagus, bangunan yang kokoh dan berdiri tegap.
Lelaki gagah tersebut pun memanggil tuan rumah.
"Wahai penghuni rumah yang kokoh dan tidak mudah hancur serta
runtuh akibat terjangan cuaca"
"Wahai engkau lelaki yang menunggangi kuda, apakah engkau
sedang melihat sekitaran rumah yang aku tempati ini melebihi rumah-rumah yang
pemukiman nya kumuh serta tidak layak untuk di huni, karena semua ini rumah yang
kokoh nan indah ini, adalah hasil kekuasaan ku yang membuatku pantas dan
melakukan bermegah-megah’an, sepatutnya tidak ada siapapun orang yang ada di
seluruh yang engkau temui hanya melainkan rumahku aja yang kau rasakan seperti
ini dan tidak ada yang bisa satupun atau siapapun yang bisa menghancurkan
rumahku dan mengalahkan kekayaan yang aku miliki saat ini" tangkas tuan
rumah.
kemudian lelaki menunggangi kuda ini pun pergi dengan rasa
mengamati apa yang sudah dikatakan dari tuan rumah yang memiliki bangunan yang
kokoh nan indah tersebut, sesampai nya itu, berhentilah lelaki menunggangi kuda
di tempat ladang yang berisikan gandum dan rempah-rempah dan ada semua rumah yang
semi kokoh namun layak untuk di hunikan, lelaki berkuda itu langsung menemui
sang pemilik lading.
"Apakah ini semua yang kau hasilkan dari jeri payahmu dan
usaha-usaha yang kau lakukan sehingga panen nya ini kau nikmati sekarang
..?" tanya pemuda
"Ketahuilah wahai
engkau lelaki berkuda, hasil yang aku panen dan aku nikmati ini, sungguhlah ini
semua berkat kegigihan dan di mulai dari benih lalu ladang yang hanya 1 hektar
dan liat apa yang terjadi selama yang aku perbuat ini, kini ladangku sekitar 40
hektar hanya berisikan gandum rempah kebutuhan sehari-hari, dan rumahku tidak
begitu megah dan tidak begitu renyok untuk di tempati, melainkan hanya bisa
membahagiakan dengan tempat yang aku huni saat ini, dan setiap aku mendapatkan
panen yang berlimpah nanti nya akan ku sisihkan kepada orang-orang yang berhak
mendapatkan nya, dan berbalik nya ke saya nanti, akan mendapatkan hasil yang berlimpah” jawab nya.
Lalu lelaki berkuda itu asik bergurau dengan tuan rumah berladang
gandum dan mengakhiri untuk tinggalkan tuan rumah dengan ladang gandum yg
berlimpah.
Penulis : ALFARUQ
Bidang Hikmah 2020
Bersambung ….
Terima kasih
atas waktu luang yang diberikan untuk membaca kisah ini, nantikan terus
kelanjutan dan ending dari kisah ini yaa. Menurut kalian hikmah apa yang bisa
kalian petik dari kisah ini? Tuliskan pendapat kamu dikolom komentar ya, terima
kasih :)

Menarik! Ditunggu kelanjutan kisahnyaaa
BalasHapusPenasaran sama kelanjutannya.. Ditunggu kak kelanjutannya hehe
BalasHapusLanjut dongg
BalasHapusMasya allah , Next Episode dongg
BalasHapus