Ada Apa Dengan Mahasiswa? “Pergerakan Mahasiswa Masa Kini”#2
Ada
Apa Dengan Mahasiswa? “Pergerakan Mahasiswa Masa Kini”#2
Assalamu’alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh. Hai hai hai sahabat pena semua, kali ini kita masih bahas topik
yang sama nih terkait pergerakan mahasiswa masa kini. Eits tapi kalian semua
jangan khawatir yak karena isinya pasti beda dari artikel sebelumnya. Tanpa
basa basi lagi yukk simak pembahasan berikut ini.
Mahasiswa sebagaimana yang kita
telah bahas sebelumnya telah menorehkan banyak warna dalam kiprah pergerakan
sejarah kaum muda hingga detik ini. Mahasiswa tidak hanya berperan dalam
menduduki bangku kuliah saja namun bertindak aktif dalam perubahan yang ada tak
terkecuali tentang kebijakan pemerintah. Lantas jika sudah mengikuti setiap
perubahan yang ada apakah ada perbedaan antara mahasiswa terdahulu dengan masa
kini? Adakah pemikiran yang harus kita tanam dan kritisi lagi?
Pada
dasarnya mahasiswa merupakan Agent Of Change yang memiliki pengaruh amat
besar bagi setiap lapisan masyarakat. Sejak zaman dahulu mahasiswa selalu ambil
andil dalam setiap pergejolakan fenomena yang menyangkut kepentingan politis.
Gerakan mahasiswa dahulu telah melewati berbagai lika-liku kisah yang tercatat
dalam sejarah, mulai dari awal kebangkitan pergerakan para pemuda, menggapai
kemerdekaan, menumbangkan rezim-rezim dan bahkan sampai pada puncak pergerakan
mahasiswa tahun 1980 dikenal yang dengan peristiwa trisakti. Lantas apakah yang
salah dari mahasiswa zaman sekarang? Bila kita melihat jauh kedepan pergerakan
mahasiswa kian meredup seiring dengan berjalannya waktu. Organisasi yang
menangungi segala jenis kegiatan aktivis mahasiswa juga sepi peminat, dan tak
jarang ditunggangi oleh kepentingan individualis semata, entah dengan alasan
untuk menambah pengalaman dan sekedar untuk mengisi atau memenuhi CV (curriculum vitae) semata. Padahal bila
diulik kebelakang, organisasi yang menaungi mahasiswa tersebut haruslah
memiliki pengaruh yang besar di berbagai bidang (inteletual, politis dan
ekonomis).
Mahasiswa
di era kapitalisme ini hanya menjadi budak atas turunan hedonisme dan
konsumerisme. Tak heran jika sekarang mahasiswa hanya peduli terhadap hasil
yang instan, praktis, apatis bahkan menutup mata dan telinga apabila bicara
tentang politis, nyatanya mahasiswa zaman ini pun tidak terlepas dari korban
kapitalisme. Mahasiswa diciptakan dengan setting pembelajaran yang ada kemudian
bisa lulus dengan predikat semata dan menjadi tenaga kerja. Terlepas dari semua
itu, masyarakat sekarang juga terkadang tidak merasa bahwa aksi demonstrasi
adalah bentuk suara keadilan bagi rakyat, hal tersebut juga didasari oleh
persiapan demonstran yang tidak matang, suara yang tidak jelas, membakar ban,
membuat keributan bahkan kemacetan. Tak heran jikalau banyak masyarakat yang
semakin menilai aksi mahasiswa sebagai
salah satu tindakan yang negatif.
Dalam kompasiana.com mahasiswa
banyak beranggapan bahwa demonstrasi merupakan ajang untuk berpesan saja, ada
yang bilang bahwasanya demonstrasi ditunggangi oleh kepentingan kelompok
tertentu yang bersifat politis, lebih parahnya lagi ada juga gerakan mahasiswa
yang sekedar absen untuk memenuhi
tanggung jawab perkuliahan tapi tak pernah ada dalam menghidupkan suasana
kelas, dan bagaimana tentang mahasiswa yang hanya suka nongkrong dan membahas
hal-hal yang tak perlu. mau dibawa kearah mana pergerakan
mahasiswa kini??
Pergerakan mahasiswa kini menjadi
ajang untuk memperkaya diri dan mencari ketenaran semata, bukan atas ketulusan
hati untuk membela hak asasi, demonstrasi juga didasari oleh ajang ikut-ikutan
semata. Miris, namun nyatanya seperti itu tak banyak tulisan dalam kertas yang
dibawa justru hanya dipergunakan untuk ajang lucu-lucuan, foto bergaya
demostrasi padahal jika ditanya apa yang hendak di tuntut hanya sedikit yang
tau. Mahasiswa masakini masih belum terlambat untuk mendapatkan simpati dan
kepercayaan masyarakat, masih belum terlambat untuk mau menerima setiap masukan
dan masih perlu banyak dorongan untuk terus bergerak dan berkontribusi nyata
untuk bumi pertiwi. Kritisi kebijakan yang menyimpang atas jeritan hati masyarakat yang terkunci
dalam hati, perbanyak latihan dalam berorasi, tidak mengundang banyak kericuhan
namun lebih terarah dan jelas tentang apa yang disampaikan. Intelektual,
politis, ekonomi yang harus ada dalam diri setiap mahasiswa dan tentunya harus
didasari oleh spiritual agar menjadi
padanan yang kuat dan utuh dalam diri. Jika lembaga eksekutif, legislatif,
yudikatif dan pers adalah empat pilar dalam berdirinya negara demokratis maka
mahasiswa lah yang seharusnya jadi pilar utama bagi masyarakat untuk menaruh
harapan tinggi atas kesejahteraan mereka.
Salam Pena
Zaranee00
Bidang Hikmah
2019
Referensi
https://indoprogress.com/2015/01/kapitalisme-dibalik-permasalahan-gerakan-mahasiswa/ (diakses pada 29 Maret 2020)
https://www.kompasiana.com/sidikpermanaadi/552c1e6c6ea834e15e8b45a0/tiga-karakteristik-gerakan-mahasiswa
(diakses pada 29 Maret 2020)
https://www.kompasiana.com/allam/551f6be8813311186e9de201/gerakan-mahasiswa-kini
(diakses pada 29 Maret 2020)
Komentar
Posting Komentar