Setting Boundaries untuk menghindari kekecewaan dan rasa sakit
Setting Boundaries untuk
menghindari kekecewaan dan rasa sakit
Terkadang kita itu sering
banget dapat kejadian dimana teman teman kita atau seseorang yang berasa
dilingkungan sekitar kita gak ngehargain kita atau memanfaatkan kita entah dari
segi materi atau waktu. Terkadang posisi seperti ini tuh susah banget buat kita
hindari karena rasa tidak enak untuk menolak. Lalu terkadang juga kita tidak
sadar kalau emang kita lagi dimanfaatin, sampai akhirnya kita merasa tidak dihargai. Kita bahkan
terkadang juga tidak menyadari kalau ternyata
kita sendiri yang memberikan mereka akses untuk bisa memperlakukan kita seperti
itu yang mana hal itu terjadi karena kita tidak memiliki batasan atau personal boundaries.
Boundaries yang berarti sebagai batasan atas apa yang bisa kita terima dan
tidak kita terima. Sering kali kita merasa kesulitan untuk memiliki personal
boundaries atau batasan pribadi yang kita buat untuk diri kita
sendiri. Padahal menetapkan batasan adalah bagian penting dari pembentukan
identitas diri seseorang dan merupakan aspek penting dari well-being dan
kesehatan mental kita bahkan dari kita menetapkan personal boundaries kitra
bisa untuk melindungi diri kita dari rasa kecewa, rasa sakit dan hal hal yang
bisa menyakiti dirikita. Berdasarkan Parkview Student
Assistance Program (IPFW), boundary adalah batas atau
ruang antara diri kita dengan orang lain. Tujuan dari menetapkan batasan adalah
untuk melindungi dan menjaga diri kita baik-baik. Personal boundaries mungkin
sulit dilakukan karena beberapa hal, diantaranya:
1.
Kita selalu
mengutamakan kebutuhan dan perasaan orang lain
2.
Kita tidak
mengenal diri kita sendiri
3.
Kita merasa
tidak memiliki hak
4.
Kita percaya
kalau menetapkan batasan akan merusak hubungan
5.
Kita tidak
pernah belajar untuk memiliki batasan yang sehat
Dari
hal-hal yang sudah disebutkan di atas, inilah mengapa meningkatkan awareness akan personal
boundaries setiap individu menjadi penting agar kamu tidak
dengan mudah membiarkan orang lain
melanggar batasan pribadi kamu dan sebaliknya, tanpa sengaja atau tanpa
disadari. Menurut Abigail, ini hal-hal utama yang perlu dilakukan untuk
menjaga personal boundaries.
1.
Dimulai dari menghormati diri sendiri, menghargai diri sendiri dapat diartikan sebagai suatu bentuk sikap untuk
menghormati atau memandang penting diri kita sendiri, karena kita menganggap
diri kita memiliki kualitas yang baik.
2.
Bertanggung jawab sepenuhnya atas diri sendiri, Semakin
bertambah usia, manusia semakin sering dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit.
Dalam proses bertumbuh tersebut manusia tidak luput dari kesalahan serta
kekeliruan, baik yang disengaja maupun tidak. Dan tanpa bisa menghindar manusia
harus bertanggung jawab atas pilihannya, baik itu manis ataupun pahit.
3.
Perhatikan warning signs, Jika personal
boundaries Anda beberapa kali dilanggar oleh orang yang sama, meski
menurut Anda masih dalam taraf bisa ditoleransi, sebenarnya itu sudah cukup
menjadi red flag bahwa orang tersebut harus dihindari bahkan
dieliminasi dari kehidupan Anda.
4.
Tak perlu mencoba mengubah orang lain, Meyakini kalau kita mampu
mengubah orang lain adalah resep paling ampuh untuk frustasi. Tidak ada solusi
yang bisa ditawarkan pada siapapun tanpa didahului oleh keinginan untuk
mendengarkan, menerima dan menjadikan solusi tersebut sebagai pilihan diri.
5.
Anda berhak dan bebas mengambil keputusan apapun, ketika kita
berada pada posisi untuk memilih kita tidak perlu menjelaskan atau
mempertanggungjawabkan keputusan pribadi kita kepada orang lain selama hal
tersebut tidak berdampak pada orang lain atau berpotensi menyusahkan orang lain. Namun
jika keputusan itu adalah hal pribadi dan tak ada sangkut-pautnya dengan orang
lain kita bebas untuk memilih karena kita lebih tau apa dan mengapa kita
memilih keputusan itu.
6.
Detach yourself, setiap orang memerlukan detachment secara
psikologis untuk menciptakan jarak antara diri sendiri dan orang lain jarak
yang diperlukan untuk mengekspresi pribadi masing-masing yang mengurangi konflik
emosional dan psikologis dengan orang lain. Dengan detachment ini,
Anda akan memiliki perspektif yang lebih baik tentang orang lain, dan pada
akhirnya, tentang diri sendiri.
Oleh:
Bintangaltair12
Bidang Riset
Pengembangan dan keilmuan
Referensi
http://yayasanpulih.org/2020/08/pentingnya-personal-boundaries/
https://www.cleo.co.id/life-hacks/enam-cara-menjaga-personal-boundaries
Komentar
Posting Komentar