FILOSOFI SINGKAT IMM FAKULTAS PSIKOLOGI UHAMKA
ABSTRAK
Penulisan
ini membahas tekait organisasi Ke-IMM an
dimana tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk memberikan pengetahuan
mengenai IMM. IMM sendiri Merupakan sebuah organisasi Otonom yang bergerak
dalam ranah Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Juga Kemasyarakatan, Organisasi ini
bertujuan untuk mengusahakan terwujudnya Sebuah Akademisi Islam yang berakhlak
mulia dalam mencapai tujuan muhammadiah,. Penulisan ini juga menjelaskan sedikit terkait sejarah singkat
terciptanya PK IMM FPsi UHAMKA serta pembahasan sedikit mengenai visi dan misi
PK IMM FPsi UHAMKA periode 2020-2021.
Ke-IMM-An
Sejarah Perkembangan IMM
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah atau yang biasa disebut dengan IMM merupakan sebuah organisasi gerakan mahasiswa Islam dan juga organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak di bidang Keagamaan, Kemahasiswaan,
dan Kemasyarakatan. Terbentuknya IMM didasari oleh dua
faktor, yakni faktor internal dan faktor eksternal.
Pertama, ialah faktor internal yang selaras dengan tujuan Muhammadiyah yaitu untuk menegakkan
serta menjunjung tinggi agama Islam, sehingga terbentuk masyarakat Islam yang
sebenar-benarnya. Muhammadiyah bermaksud untuk menghimpun dan membina
kader di kalangan mahasiswa dengan cara mendirikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan gagasan
ini pertama kali di sampaikan pada saat muktamar Muhammadiyah ke-25 pada tahun 1936 yang pada saat itu Pimpinan Pusat
Muhammadiyah di ketuai langsung oleh KH. Hisyam (periode 1934-1937). Namun
karena dirasa belum cukup darurat untuk membentuk wadah
bagi kader mahasiswa dan belum adanya perguruan tinggi, maka gagasan tersebut
sementara didiamkan atau tidak dilanjutkan. Selain itu jumlah mahasiswa di lingkungan Muhammadiyah
belum begitu banyak, sehingga pembinaan untuk mahasiswa muhammadiyah dirasa
cukup dengan bergabung dalam Pemuda Muhammadiyah untuk putra dan Nasyiatul Aisyiyah
untuk putri.
Atas dasar pemikiran perlunya
ditentuk sebuah perkumpulan khusus Mahasiswa Islam oleh mahasiswa organisasi
otonom, maka mereka
memilih alternatif dengan bergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Saat itu HMI dipegang
langsung oleh tokoh muhammadiyah yang
secara administratif aktif mengelola HMI. Namun seiring berkembangnya HMI, terjadi perbedaan
ideologi dengan Muhammadiyah mengenai cara memandang Islam, sehingga Muhammadiyah memutuskan untuk memisahkan
kader-kader mahasiswanya dengan HMI.
Hingga 18 November 1955 Muhammadiyah
membentuk departemen pelajar dan mahasiswa sebagai wadah untuk menampung
aspirasi pelajar dan mahasiswa Muhammadiyah. Saat Muktamar Pemuda Muhammadiyah yang pertama pada
tahun 1956 ditetapkan untuk menghimpun dan membina pelajar dan mahasiswa Muhammadiyah
dalam organisasi yang terpisah dari Pemuda Muhammadiyah. Maka pada saat konferensi pimpinan
daerah muhammadiyah (KONPIDA) pada 28 Juli 1962 diputuskan untuk mendirikan IPM (Ikatan
Pelajar Muhamadiyah)
Perguruan
tinggi Muhammadiyah yang ada di Indonesia yang pertama kali dirintis oleh Fakultas Hukum dan Filsafat di Padang
Panjang dan Sekolah Perguruan di Jakarta. Maka atas gagasan tesebut i-tikad
untuk membentuk sebuah organisasi mahasiswa Muhammadiyah semakin kuat.
Menjelang Muktamar Muhammadiyah setengah abad di Jakarta pada tahun 1962 diadakanlah
Kongres
Mahasiswa Muhammadiyah yang bertempat di Yogyakarta dan hasil dari kongres ini
yaitu, melepaskan Departemen Kemahasiswaan untuk berdiri sendiri dari Pemuda
Muhammadiyah dikarenakan semakin bertambahnya mahasiswa dari
Universitas Muhammadiyah dan Putra-Putri keluarga besar Muhammadiyah, maka
dibutuhkanlah sebuah wadah berorganisasi
khusus mahasiswa Muhammadiyah. Akhirnya, 1963 didirikan Lembaga Dakwah
Mahasiswa yang di koordinir oleh : Ir. Margono, Dr. sudibjo Markoes, Drs.
Rosyad Saleh. Sedangkan ide pembentukannya dari Drs. Moh. Djazman Al-kindi. Hingga 14 Maret 1964 (29 Syawal 1384 H) didirikanlah Ikatan Mahasiswa
Muhammadiyah yang diresmikan oleh ketua PP Muhammadiyah H.A Badawi di
Yogyakarta dengan tujuan yaitu, mengusahakan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak
mulia dalam mencapai tujuan Muhammadiyah.
Sementara faktor yang kedua adalah eksternal, membahas terkait kondisi umat Islam dan politik di Indonesia pada tahun 60-an. Yang dimana pada saat
itu kondisi umat Islam yang masih mempercayai dan mengikuti ajaran
nenek moyang yang berlawanan dengan syariat ajaran agama Islam. Hal ini tentu akan berdampak pada mahasiswa yang semestinya dapat berpikir kiritis dan jauh ke depan. Sementara keadaan
politik yang bergejolak dimana pemerintahan Indonesia yang tidak stabil, pemerintahan yang
bersifat otoriter dan adanya ancaman ideologis komunisme di Indonesia.
Trilogi Ikatan dan Tri Kompetensi
Trilogi merupakan lahan juang Ikatan
dan juga merupakan simbol Ikatan dalam melakukan transformasi sosial.
Pengaplikasian trilogi ikatan yang secara kontinyu menjadikan eksistensi Ikatan
dapat muncul, sehingga membedakan ikatan dengan gerakan yang lain seperti
KAMMI, PMII, dan HMI. Gerakan Ikatan masih dalam lingkunan Muhammadiyah untuk
bangsa dan agama Islam. Maka dari itu, hal ini tertuang dalam trilogi;
kemahasiswaan, keagamaan, dan kemasyarakatan. Trilogi ini merupakan tugas berat
bagi IMM dalam melaksanakan tugasnnya karena ketiganya adalah cerminan dari
nilai-nilai Ikatan. Sifat trilogi ini merupakan kesatuan yang artinya satu sama
lain tidak dapat dipisahkan namun dapat dibedakan. Trilogi Ikatan merupakan
pengambilan intisari dalam deklarasi pada waktu muktamar IMM di Solo (Enam
Penegasan IMM).
Pemaknaan trilogi sebagai ruh gerakan
ikatan dinamai sebagai tri kompetensi
dasar Ikatan. Makna ini bermaksud ingin menjadikan spirit atau yang harus
dimiliki oleh Ikatan sebagai seorang kader dengan interpretasi simbol-simbol
trilogi Ikatan seperti, keagamaan menjadi religiusitas (transendensi),
kemahasiswaan menjadi intelektualitas dan kemasyarakatan menjadi liberatif dan
humanis.
Lambang
IMM
dan bertanggung jawab,
Hijau yang artinya kesejahteraan dan Putih yang
artinya Kesucian. Pada
lambang IMM terdapat pula gambar sinar matahari
sebagai ortom Muhammadiyah, Bunga melati sebagai penerus perjuangan
persyarikatan Muhammadiyah dan tulisan Arab “Fastabiqul Khairat” yang artinya berlomba-lombalah dalam kebaikan.
Sejarah singkat IMM Fakultas Psikologi UHAMKA
Awal
terbentuknya
Pimpinan Komisariat Fakultas Psikologi UHAMKA dimulai
sejak tahun 2003 yang mana untuk pertama kalinya para calon kader
IMM Psikologi UHAMKA mengikuti perkaderan yang dilaksanakan langsung oleh Fakultas
Kesehatan (FIKES) UHAMKA.
Oleh karena itu terbentuklah
kepemimpinan pertama PK IMM FPsi UHAMKA yang dipimpin oleh Kakanda
Immawati Lailatul Fitriah dengan mengedepankan prinsip Asas Kekeluargaan, serta saling menghormati dan menghargai.
Periode Ketua Umum dari masa ke masa
Nama | Periode | Nama | Periode |
Lailatul Fitriah | 2004-2006 | Nicky Ilham Hermawan | 2015-2016 |
Intan Anastasia | 2006-2008 | Fandi Muhamad Nur H. | 2016-2017 |
Muhamad Fahmi | 2008-2010 | Humaeroh | 2017-2018 |
Bima Putra Jaka Gupita | 2010-2012 | Asep Nur’akhman | 2018-2019 |
Bayu Nuriman | 2012-2014 | Ikhsan Aziz Nurkholis | 2019-2020 |
Usman Rahman | 2014-2015 | Mukhammad Ilyas H | 2020-2021 |
VISI &
MISI
PK IMM
FAKULTAS PSIKOLOGI UHAMKA
PERIODE
2020-2021
Visi
Mengupayakan Terwujudnya
Kinerja PK IMM Fakultas Psikologi UHAMKA yang aktif serta mengintegrasikan nilai-nilai dakwah Islam
Misi
1. Membangun komunikasi yang efektif serta mengoptimalkan kinerja
masing-masing bidang
2. Menyusun rancangan program kerja yang berlandaskan nilai-nilai keislaman
3. Meningkatkan rasa kebersamaan dalam ikatan.
Alhamdulillah kepengurusan periode ini secara resmi
dilantik oleh PC IMM Jakarta Selatan pada Jumat, 30 Oktober 2020. Meski kepengurusan
ini dimulai dengan masih dalam situasi dan kondisi Indonesia saat ini, hal
tersebut tidak mengurangi semangat dan motivasi kami dalam meneruskan
perjuangan kakanda dan ayunda kami terdahulu. Pandemi COVID-19 di Indonesia
sejak Maret hingga hampir di penghujung tahun 2020 masih memberikan dampak yang
cukup besar bagi banyak masyarakat Indoensia. Terbatasnya ruang gerak untuk
dapat berinteraksi secara langsung sehingga berdampak kurang baik terhadap
beberapa hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya sebab intensitas
interaksi semasa pandemi dinilai kurang
maksimal dibandingkan dengan situasi dan kondisi sebelum terjadi pandemi. Ketidakstabilan
perekonomian Indonesia yang hingga saat ini angka garis kemiskinan sudah
menyentuh angka dua digit menurut data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa
Barat. Dampak perekonomian ini tentu telah banyak dirasakan oleh berbagai macam
kalangan masyarakat.
Meski
demikian, hal-hal yang telah terjadi bukan diartikan agar kita hanya fokus pada
hal tersebut melainkan bagaimana cara kita dalam menyikapi dan menghadapinya.
Sama halnya dengan Pimpinan Komisariat Fakultas Psikologi UHAMKA dalam
menjalankan kepengurusan di masa pandemi ini. Meski dengan situasi dan kondisi yang saat ini sedang tidak baik-baik
saja, Pimpinan Komisariat Psikologi UHAMKA berupaya menjadi sebuah organisasi yang aktif baik di
internal maupun eksternal organisasi. Menjaga hubungan yang terjalin dalam
internal organisasi dengan baik demi terciptanya kerjasama yang optimal
walaupun harus dalam situasi dan kondisi seperti saat ini serta dapat
menciptakan program-program kerja yang dijalankan
sesuai syariat nilai-nilai dakwah islam guna menyelaraskan tujuan Muhammadiyah yakni
membentuk masyarakat Islam yang
sebenar-benarnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Epistemologi Ikatan. Diakses pada 13 Desember 2020 dari http://repository.uhamka.ac.id/: http://repository.uhamka.ac.id/447/1/Epistemologi%20Ikatan.pdf
Sejarah Kelahiran Dan
Perkembangan IMM .
(2018, 12 Maret). Diakses pada 12 Desember
2020 dari
pcimmarfakhruddin.org: http://pcimmarfakhruddin.org/pkimmfkik/2018/03/12/sejarah/
Sejarah Singkat
Perkembangan IMM. Diakses
pada 10 Maret 2020 dari
imm.umm.ac.id: http://imm.umm.ac.id/id/pages/sejarah-114.html
Vienna. Artikel IMM dan Gerakannya. Diakses pada 10 Maret 2020 dari academia.edu:
academia.edu/8917413/Artikel_IMM_Dan_Gerakannya
Komentar
Posting Komentar