Khidmat Kemerdekaan Indonesia di Era Pandemik Covid-19

Khidmat Kemerdekaan Indonesia di Era Pandemik Covid-19

Oleh : Nadhilah Nuramalina

Pemenang ke-3 Lomba Artikel Populer PK IMM Psikologi UHAMKA

Kemerdekaan Indonesia yang di tandai dengan pembacaan teks proklamasi oleh presiden Soekarno pada tanggal 17 agustus 1945, menjadi tanda sekaligus simbolis bahwa Negara Indonesia sudah terlepas dari penjajahan. Seiring berjalannya waktu, tak terasa Negara Indonesia kini sudah 75 tahun menjadi Negara merdeka, merdeka dengan sebenar-benarnya merdeka. Pertama-tama nikmat ini harus kita syukuri, karena dengan kemerdekaan ini kita bisa memiliki kebebasan dengan pribumi sebagai penguasa di tanah nya sendiri. Selain itu kita juga wajib meneruskan perjuangan para pahlawan agar kita sebagai pribumi bisa terus mempertahankan kemerdekaan dan memajukan Negara indonesia. Saat sedang melanjutkan perjuangan para pahlawan, tepatnya di kemerdekaan Indonesia yang ke- 75 indonesia harus mengalami ujian yang luar dari dugaan yaitu wabah virus Covid 19 atau yang lebih di kenal dengan sebutan virus Corona. Awal adanya virus ini secara lokal bermula di Wuhan – China, tanpa di sadari merembak keseluruh penjuru Negara termasuk Indonesia.

Wabah ini bukan hanya melanda Negara Indonesia saja, tetapi beberapa Negara lainnya pun merasakan hal yang sama, terasa perjuangan ini kian berat karena setiap orang merasakan bagaimana bahaya nya virus ini. Dengan jumlah kasus penderita Covid-19 yang kian bertambah menunjukkan bahwa warga Negara Indonesia masih belum bisa melakukan aktivitas di luar rumah. Setelah  3  bulan  melewati  masa  tanggap  darurat  dan  PSBB,  pemerintah Indonesia  mulai  menjajaki  penerapan  kehidupan  normal  yang  baru  (new  normal) dan melonggarkan PSBB.Pada 28 Mei 2020 Pemerintah Pusat melalui Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas pada 28 Mei 2020 dalam jumpa pers bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covd-19 menyampaikan Protokol Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 menuju Normal Baru (new normal), hidup berdampingan dengan Covid-19. Pemerintah menyebutnya ‘Penyesuaian PSBB’, dimana sedang disusun kriteria dan langkah-langkahnya serta menentukan bagaimana penyesuaian PSBB di berlakukan. Monoarfa menjelaskan bahwa berdasarkan berbagai studi tentang pengalaman berbagai Negara yang berhasil menangani pandemik Covid-19, ada beberapa prasyarat agar masyarakat dapat produktif tetapi keamanan dari bahaya Covid-19 tetap terjamin, yaitu :

1. Penggunaan data dan ilmu pengetahuan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk penyesuaian PSBB

2. Penyesuaian PSBB dilakuakn secara bertahap dan memperhatikan zona

3. Penerapan protokol kesehatan yang ketat

4. Review, pelaksanaan  penyesuaian  PSBB  yang  dimungkinkan  adanya  pemberlakuan kembali  PSBB  dengan  efek  jera  yang  diberlakukan  secara  ketat  apabila  masyarakat  tidak disiplin dalam beraktivitas.

Pemerintah membolehkan warga nya untuk beraktivitas di luar rumah seperti biasanya dan di kenal sebagai new normal, tetapi adapun persyaratan yang harus di penuhi jika ingin beraktivitas di luar rumah seperti mereka yang mematuhi protokol kesehatan yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, membawa hand sanitizer dan selalu mencuci tangan. Hal tersebut sebagai upaya untuk mengurangi jumlah penyebaran virus Covid -19. Setelah kita mengetahui kenyataan yang ada, kita yang ingin meneruskan perjuangan para pejuang tentu bukan suatu hal yang mudah sebagaimana kata-kata nya yang mudah terucap. Terlebih dengan adanya ujian pandemik ini, membuat nya nampak sangat berat, walau bagaimana pun bangsa ini harus saling bersatu padu agar bisa saling menguatkan sebagai bentuk kita mempertahankan kesatuan negeri ini.

Di masa kemerdekaan Indonesia ke- 75 tahun, Indonesia yang sedang di landa wabah Covid-19 tidak dapat merayakan secara langsung upacara 17 agustus dan beberapa acara yang biasanya di adakan pada tanggal 17 agustus. Setiap orang merasakan ada beberapa kebiasaan yang tidak ada pada saat kemerdekaan ini, mereka yang biasanya sudah siap dengan beberapa lomba, kegiatan, dan hadiah-hadiah yang menarik, saat ini mereka harus menikmatinya dengan diam di dalam rumah. Di khawatirkan rasa khidmat kemerdekaan menjadi berkurang karena tidak adanya kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan pada tanggal kemerdekaan tersebut. Terasa sunyi, sepi dan hampa, kemerdekaan ke 75 ini nampak berbeda dengan kemerdekaan sebelumnya. Ternyata wabah Covid 19 ini berdampak pada pelaksanaan kemerdekaan ke 75. Pelaksanaan tetap di lakukan di Istana Negara hanya saja semua petugas hanya berjumlah beberapa orang saja, tidak ada pertunjukkan apapun, menggunakan protokol kesehatan, dan bagi tamu undangan hanya menghandiri upacara secara virtual. Sungguh rasa nya berbeda tetapi tidak mengurangi rasa antusias dari warga Negara Indonesia untuk memaknai kemerdekaan Indonesia. Tak ada lomba, pertunjukkan, perayaan, dan hal lainnya bukan berarti rasa khidmat dari kemerdekaan kali ini juga menyusut. Ada, atau tidak adanya sebuah acara atau kegiatan pada tanggal 17 agustus bukan berarti khidmat kemerdekaan itu hilang begitu saja di benak kita. Justru ini menjadi suatu tantangan bagi kita sebagai warga Negara yang setia dan mencintai negaranya untuk tetap bisa merasakan khidmat nya kemerdekaan di tengah cobaan wabah Covid-19.

Setiap warga Negara Indonesia dari berbagai penjuru memiliki caranya masing-masing untuk menunjukkan rasa kemerdekaan di tengah wabah Covid-19, seperti membuat poster tentang kemerdekaan Indonesia, membuat sambutan kemerdekaan di social media, dan hal lainnya. Selain hal yang di sebutkan di atas, adapun cara lain supaya kita dapat merasakan khidmat nya kemerdekaan di tengah pandemik adalah dengan mendoakan Negara Indonesia supaya cepat kembali pulih, doakan para pahlawan yang selalu menjadi garda terdepan dalam penanganan covid-19, doakan seluruh warga Negara Indonesia supaya bisa kuat untuk menghadapi pandemik ini. Tak perlu hal yang besar atau mewah, dari hal sederhana seperti mendoakan atau memberikan apa yang kita punya kepada saudara sebangsa kita agar mereka dapat bertahan hidup di tengah pandemik pun bisa meningkatkan dan membuktikan khidmat nya kemerdekaan di tengah pandemik. Bagaimana pun cara nya kita merayakan kemerdekaan yang terpenting adalah rasa kemerdekaan pada pribumi ini harus tetap ada di dalam benak dan jiwa kita sehingga kita akan tetap tenang tinggal di tanah kita sendiri.

 

DAFTAR PUSTAKA

Muhyiddin. 2020. Covid-19, New Normal dan Perencanaan Pembangunan di Indonesia The Indonesian Journal of Development Planning Volume IV No. 2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harmoni dalam Komunikasi Organisasi

GEMALI

Peran Kepemimpinan dalam Meningkatkan Literasi: Menumbuhkan Budaya Belajar dan Membaca di Era Society 5.0 dalam Konteks IMM