Perjalanan Seorang Pemuda #2


Selepas perjalanan jauh dari tuan rumah berladang gandum, lelaki berkuda menemukan seorang anak kecil laki-laki yang sedang berdiri dan termenung.
       “Duhai engkau, apakah engkau telah menemukan suatu hal yang bisa membuat mu terkesan dan terpana akan sebuah keindahan atau justru hal tersebut akan membuat mu dilema, sedih bahkan terharu akan hal itu?” tanya lelaki berkuda kepada anak kecil tersebut
        “Wahai pemuda ketahuilah, sejak aku berdiri dan memandangi alam ini, aku merasa alam ini begitu luas seperti tidak berujung, ketahuilah pemuda aku ini belum memperoleh hasil apapun yang bisa aku capai dalam kehidupan ini” jawabnya.
    “Begini nak, engkau akan mendapat sebuah hasil yang baik jika kamu mampu mempelajari makna kehidupan ini, jika kamu bisa mempelajari hal tersebut maka kamu akan merasakan bagaimana manusnya masa depan yang kau junjung tersebut dengan cara ikhtiar dalam setiap prosesnya” ucap lelaki yang menunggangi kuda itu
      Lelaki berkuda itu lantas melanjutkan perjalanannya kembali dan bersinggah di sebuah pohon yang amat besar sambil mengisrirahatkan kuda nya itu, tatapan lelaki berkuda itu kini beralih ke arah langit sambil merenungkan apa yang sudah dia peroleh selama di perjalanan, dari mengelilingi bawah kaki gunung merapi, bertemu dengan tuan rumah berladang gandum dan akhirnya bertemu dengan seorang anak kecil yang sedang melamun. Dari perjalanannya tersebut sang pemuda berpikir bahwa semua kejadian itu mempunyai makna yang berbeda-beda namun amatlah berkesan dan penuh haru yang pantas di jadikan renungan dalam kehidupan.
    “Ustadz bagaimana makna cerita tersebut jika dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari?” seorang murid bertanya ketika sang ustadz selesai bercerita tentang kisah lelaki berkuda yang kisahnya sudah fenomenal dan memiliki kesan dan makna yang mendalam.
      “Jadi Begini anak-anak ku semua, Jika kita sebagai manusia ingin mencapai semua keinginan, angan atau cita-cita kita tercapai nantinya. Maka yang harus kita lakukan adalah berusaha sekuat tenaga, teruslah berdo’a supaya apa yang akan kita kejar atau capai mendapat ridho daro Allah SWT dan niatkan itu semua dengan kebaikan agar memperoleh jalan yang mudah dan lancar apabila dihadapkan oleh berbagai rintangan kita tak akan mudah untuk menyerah. Jika suatu saat keinginan tersebut terpenuhi janganlah kalian semua merasa sombong karena sifat tersebut akan membuat hati kita keras. Syukuri segala hal yang telah diberikan kepada kita agar kita mampu menjadi sosok yang bermanfaat bagi semua nya.”  Pesan moral yang disampaikan pak ustadz tersebut merupakan kalimat penutup pengajian sore itu, betapa khidmat nya suasana disana menjadi saksi bahwa kisah tersebut sangatlah menarik dan penuh makna. Selesainya pengajian tersebut mereka pulang kerumah mereka dengan semangat yang berapi-api untuk bisa menjadikan kisah tersebut sebagai pelajaran hidup mereka dimasa mendatang. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harmoni dalam Komunikasi Organisasi

GEMALI

Peran Kepemimpinan dalam Meningkatkan Literasi: Menumbuhkan Budaya Belajar dan Membaca di Era Society 5.0 dalam Konteks IMM