Mengenal Baby Blues Syndrome
Oleh
M. Khalam K. A., Inaya Nurul Mughni & Hani Fahara
Bidang Tabligh, Kajian Keislaman dan Immawati
Kejadian baby blues syndrome atau postpartum
di Asia cukup tinggi. Di
Indonesia sendiri menurut data
tahun 2017, angka kejadian baby blues atau postpartum
blues antara 50-70% dari wanita pasca persalinan. Kurangnya perhatian
terhadap masalah gangguan baby blues diperparah dengan anggapan yang
salah oleh masyarakat umum. Banyak orang yang percaya bahwa gangguan baby
blues hanya dialami oleh wanita di luar Indonesia, dan baby blues syndrome
dianggap tidak terlalu penting. Meski banyak orang yang mengalaminya, namun
biasanya hanya terlihat sebagai efek samping dari kelelahan setelah melahirkan.
Banyak masyarakat
di Indonesia memiliki pengetahuan yang kurang tentang gangguan baby blues.
Hal ini disebabkan kurangnya keingintahuan masyarakat Indonesia mengenai postpartum
dan tentang sindrom baby blues, umur ibu yang terlalu muda untuk menikah sehingga kurangnya persiapan dalam
menyambut kelahiran bayi baik secara fisik maupun mental serta tingkat
pendidikan maupun jenis pekerjaan yang membuat individu sebagai sosok ibu sulit
untuk mendapatkan informasi yang lebih, khususnya tentang sindrom baby blues.
Baby blues syndrome
disebabkan oleh beberapa hal, yaitu ;
- Dukungan sosial, yaitu dukungan berupa perhatian, komunikasi dan hubungan emosional yang hangat yang diberikan oleh lingkungan terdekat ibu seperti suami dan keluarga.
- Komplikasi kelahiran, proses persalinan yang sulit, perdarahan, pecah ketuban dan bayi dengan posisi yang tidak normal serta tidak bisa dilahirkan secara normal (baik SC maupun tindakan dokter yang lain).
- Persiapan menjadi Ibu. Pengetahuan ibu mengenai postpartum dan sindrom baby blues juga bisa dipengaruhi oleh dukungan keluarga. Yang mana selain memberikan dukungan berupa semangat dan pemberi kebutuhan secara material, tetapi dapat sebagai pemberi informasi yang baik. Sehingga ibu pasca melahirkan lebih banyak mendapatkan informasi yang positif bagi dirinya. Tentunya hal ini sangat dibutuhkan bagi ibu pasca melahirkan.
Beberapa ciri ibu yang mengalami baby blues yaitu
menangis tanpa alasan yang jelas, mudah tersinggung ddan sangat sensitif dengan
perkataan orang disekitarnya, mood yang tidak tentu atau mood swing
terjadi pada minggu pertama pasca melahirkan, tidak sabar dengan apa yang
dikerjakan, merasa semua menjadi lambat ketika mengerjakan sesuatu, cepat
merasa lelah dan tidak bertenaga, cemasa berlebihan, konsentrasi menurun dan
akan mudah melakukan kesalahan tanpa sengaja serta tidak memiliki nafsu makan.
Biasanya ibu yang sudah melahirkan akan memiliki nafsu makan yang tinggi
terlebih jika memberikan ASI pada anak, namun pada ibu yang mengalami baby
blues akan merasakan sebaliknya.
Dari ciri-ciri tersebut, solusi untuk mengatasi baby
blues dapat dilakukan dengan beberapa upaya. Yaitu menyiapkan diri secara
fisik, mental dan materil agar ibu siap dengan kehadiran buah hati, lalu
mencari banyak informasi terkait persalinan agar ibu tidak kaget saat mulai
merawat bayi, meminta bantuan kepada orang terdekat saat merasa lelah, berbagi
beban dan tanggung jawab bersama pasangan dalam merawat dan mengasuh anak, menjaga
pola makan yang bergizi dan istirahat yang cukup dan yang terakhir seorang ibu
disarankan untuk selalu berfikiran positif.
Komentar
Posting Komentar