MENGENAL SOSOK TOKOH MUHAMMADIYAH YANG MENJADI PAHLAWAN NASIONAL
Oleh : Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan
Setiap negara pasti memiliki sosok pahlawan
yang berjuang demi negaranya, baik itu perjuangan semasa penjajahan untuk
memerdekakan negaranya maupun tidak dan dibalik perjuangan terdapat sosok
pahlawan yang rela berkorban demi tanah airnya. Pada masa penjajahan negara
Indonesia, kehidupan masyarakat sangatlah memprihatinkan sehingga tergeraklah para pemuda bangsa untuk melawan
penjajah, sehingga terbentuknya berbagai organisasai gerakan pemuda yang
berjuang untuk kemerdekaan tanah air tercinta.
Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi
keagamaan terbesar di Indonesia yang bergerak dalam gerakan islam dan memiliki peran penting dalam perjuangan Indonesia. Organisasi ini terbentuk
pada tahun 1912 di kota Yogyakarta, oleh Muhammad Darwis atau yang lebih
dikenal dengan Kyai Haji Ahmad Dahlan. Dengan lahirnya Muhammadiyah tidak dapat
terpisahkan dari sikap, pemikiran, didikan dari Ahmad Dahlan sebagai
pendirinya, dengan memadukan nilai islam yang berpacu pada Al-Qur’an dan Sunnah
Nabi Muhammad SAW dengan tajdid yang membuka pintu perjuangan untuk
kemajuan, sehingga memberikan karakter yang khas dari kelahiran Muhammadiyah.
K.H Ahmad Dahlan merupakan sosok pahlawan nasional Indonesia yang mendirikan organisasi Muhammadiyah
yang lahir di daerah Yogyakarta pada tanggal 1 Agustus 1868. Beliau dikenal
dengan nama kecilnya yaitu Muhammad Darwis, beliau merupakan putra keempat dari tujuh bersaudara dengan ayah bernama K.H Abu Bakar dan ibu yang bernama Siti Aminah. Sejak
kecil beliau sudah sering mengikuti untuk berdakwah, saat umur 15 tahun beliau
menunaikan ibadah haji dan menetap di Mekkah selama 5 tahun, setelah itu beliau
kembali ke Indonesia dan mengubah namanya dari Muhammad Darwis menjadi Ahmad
Dahlan, sekembalinya beliau dari Mekkah beliau mendirikan Muhammadiyah di
kampung halamannya.
Beliau juga aktif dalam kegiatan di masyarakat
serta memiliki gagasan yang cemerlang. Beliau mendirikan organisasi
Muhammadiyah ini untuk melaksanakan cita-cita dari pembaruan islam yang hadir
di Nusantara. Beliau melakukan pembaruan dalam cara berpikir maupun beramal pada masyarakat tetapi tetap sesuai dengan ajaran agama
islam. Beliau ingin mengajak umat islam Indonesia untuk hidup sesuai ajaran
dalam Al-Qur’an dan Hadist. Oleh karena itu beliau menegaskan bahwa
Muhammadiyah bukanlah organisasi yang memiliki sifat politik tetapi soal yang bergerak dalam bidang pendidikan.
Semasa beliau menjalankan organisasi Muhammadiyah
ini tidak selalu berjalan dengan mulus, beliau sempat
difitnah akan mendirikan agama baru dan menyalah gunakan ajaran islam, ada pula
yang memfitnah bahwa K.H Ahmad Dahlan merupakan kiyai palsu. Hingga ada beberapa
orang yang hendak membunuh Ahmad Dahlan pada saat itu, tetapi beliau tetap
berteguh hati dan tetap melanjutkan cita-citanya dalam memperjuangkan pembaruan
Islam di Indonesia.
K.H Ahmad Dahlan menyebarkan luaskan gagasan
Muhammadiyah melalui tabligh yang beliau adakan di berbagai kota, selain itu
beliau juga meralisikan dengan dagangannya. Sehingga beberapa ulama dari
berbagai daerah menyatakan dukungannya pada gerakan Muhammadiyah. Dan beliau
juga memiliki jasa-jasa, salah satunya adalah berjasa dalam membangkitkan
kesadaran masyarakat Indonesia melalui gagasannya mengenai Islam serta
pendirikan, dan ada beberapa jasa-jasa lainnya, berikut beberapa jasanya:
1.
Ahmad Dahlan telah mempelopori kebangkitan umat Islam di
Indonesia untuk menyadari nasibnya sebagai suatu bangsa
yang terjajah dan masih banyak belajar.
2.
Melalui Muhammadiyah, beliau telah memberikan ajaran
Islam kepada bangsa Indonesia, selain itu ajarannya juga menuntut kemajuan,
kecerdasan hingga beramal.
3.
Melalui Muhammadiyah juga beliau mempelopori amal usaha
sosial serta pendidikan yang sangat diperlukan dalam kemajuan Indonesia dengan
jiwa dan ajaran Islam.
4.
Muhammdiyah yang didirikan oleh Ahmad Dahlan juga
mendirikan organisasai ortonom yang bergerak untuk wanita yang disebut dengan
Aisyiyah.
Itulah beberapa jasa Ahmad Dahlan dalam memajukan Indonesia.
Dan beliau wafat pada usia 54 tahun pada tahun 1923 dan dimakamkan di
Yogyakarta.
Selain K.H Ahmad Dahlan yang bergelar sebagai
pahlawan nasional dalam Muhammadiyah terdapat beberapa tokoh lain yang
merupakan sosok pahlawan Indonesia yang mengikuti Muhammadiyah yaitu:
1.
Siti Walidah
Beliau merupakan istri Ahmad Dahlan, yang juga
merupakan salah satu tokoh pahlawan nasional dari Muhammadiyah, beliau juga
merupakan tokoh yang mendirikan Aisyiyah yang bergerak pada pemberdayaan
wanita, yang memiliki pemikiran bahwa kaum wanitia juga berhak mendapatkan
pendidikan yang layak.
2.
Buya Hamka
Buya Hamka merupakan sosok ulama terkenal di
Sumatra Barat yang berjuang pada kemerdekaan Indonesia. Beliau berperan sebagai
salah satu usaha yang mempersiapkan kaum muda untuk siap menjadi seorang
mubaligh dan guru.
3.
Mas Mansyur
Beliau merupakan salah satu tokoh nasioal
dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia yang belatar belakang Muhammadiyah.
Beliau merupakan anggota Badan Pengurus Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
(BPUPKI). Yang bertemu dan menganggumi pemikiran K.H Ahmad Dahlan.
4.
Jendral Soedirman
Jendral Soedirman merupakan seorang jendral
TNI pertama yang aktif dalam organisasi Muhammadiyah, sebelum menjadi TNI
beliau menjadi ketua pemuda Muhammadiyah dan kepanduan Hizbul Wathan. Dan
beliau juga merupakan pahlawan nasional.
Dari keempat tokoh pahlawan tersebut, mereka merupakan salah satu anggota yang memperjuangkan organisasi
Muhammadiyah di daerahnya yang sangat berjasa.
Komentar
Posting Komentar