PK IMM Psikologi UHAMKA sebagai Cerminan Kartini Merah Maroon
Oleh : Bidang Kader
Bulan April merupakan bulan yang terkenal dengan
perayaannya sebagai hari Kartini. Setiap tanggal 21 April di Indonesia, ditetapkan
sebagai hari Kartini yang kebetulan merupakan hari lahir dari Ibu Kartini.
Raden Adjeng Kartini yang kita kenal sebagai Ibu Kartini merupakan pahlawan
pelopor kebangkitan perempuan Pribumi-Nusantara pada masanya. Emansipasi wanita,
ini adalah hal yang diinginkan oleh Ibu Kartini. Di mana pada masa itu,
perempuan bisa mendapatkan hak yang sama dalam mengenyam pendidikan, tidak
hanya mengurus rumah tangga saja. Hal tersebut diwujudkan oleh Ibu Kartini
dengan mendirikan sekolah perempuan, dan surat-surat yang merupakan
pemikirannya dikumpulkan menjadi sebuah buku dengan judul “Habis Gelap
Terbitlah Terang”.
Pada perayaan hari Kartini di tahun ini, PK IMM
Psikologi UHAMKA mengadakan sharing
session di Live Instagram
mengenai “Kartini Merah Maroon”. Bukan sebuah rahasia umum, PK IMM Psikologi
pada periode ini memiliki jumlah 35 pengurus wanita dan 1 laki-laki. Kakanda
Immawati Zhafarina Fildzah yang menjabat sebagai ketua umum di periode ini
sebagai narasumber, dan Kakanda Immawati Jessica Aulia Rani yang merupakan
kader PK IMM Psikologi UHAMKA di tahun ini sebagai moderator.
Kakanda Immawati Zhafarina Fildzah atau yang akrab disapa
Rina, menyampaikan bagaimana sosoknya yang merupakan perempuan harus menjadi seorang
pemimpin, dengan 34 orang pengurus perempuan dan 1 orang laki-laki. Banyak
ketakutan dan kesulitan yang dialami dari awal menjabat hingga sekarang.
Tetapi, hal tersebut sangatlah wajar. Di dalam perjalanan kita tidak akan lepas
dari yang namanya “Takut” serta “Sulit”. Hingga akhirnya Kakanda Immawati Rina
berusaha semaksimal mungkin untuk terus belajar agar ketakutannya tidak
terjadi, dan dapat mengatasi kesulitan yang dihadapi. Mengkomunikasikan
ketakutannya dengan orang yang terpercaya menjadi kunci, selain itu kesulitan
yang dialami juga dikomunikasikan dengan pengurus agar bisa diselesaikan
bersama.
Hal tesebut tidak hanya dialami oleh Kakanda
Immawati Rina, tetapi juga dialami oleh hampir seluruh pengurus PK IMM
Psikologi UHAMKA. Bagaimana kami dalam menjalani program kerja? Bagaimana kami
bisa berlindung? Bagaimana kami juga bisa menjadi seorang pemimpin untuk
anggota-anggota kami, dan masih banyak keresahan lainnya. Keresahan-keresahan
yang ada tersebut dapat terjawab dalam bentuk keberanian, kegigihan, dan
semangat juang pengurus di PK IMM Psikologi UHAMKA dalam ber-IMM. Maka dari
itu, hal tersebut dapat teratasi dengan baik.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Kakanda Immawati
Rina dan para pengurusnya lakukan, keberanian, kegigihan, mempelajari banyak
hal, dan semangat juang yang dimiliki sebagai bentuk contoh dari apa yang sudah
diperjuangkan oleh Ibu Kartini di masa kini. Stigma-stigma terhadap perempuan
yang ada dapat dipatahkan. Tidak memandang gender, perempuan juga berhak
mendapatkan hak yang sama dalam belajar dan berkembang. Tidak ada yang namanya
“Dia tidak bisa karena perempuan” “Dia tidak pantas menjadi pemimpin karena
perempuan” “Mereka tidak akan berhasil karena banyaknya perempuan”.
Sebagai kader-kader IMM masa kini, baik perempuan
atau laki-laki tentu mempunyai hak yang sama dalam berkembang dan memajukan
IMM. Banyak sekali wadah yang disediakan oleh IMM untuk para kader. Di tingkat komisariat,
banyak hal-hal yang dapat diikuti dan dipelajari lebih dalam lagi mulai dari kegiatan
kepanitiaan, sharing, dan masih
banyak lagi kegiatan yang dapat diikuti. Kemudian, perkaderan-perkaderan yang ada,
mulai dari perkaderan utama tingkat dasar, madya dan paripurna selanjutnya
perkaderan khusus, mulai dari Latihan Instruktur tingkat dasar, madya, dan
paripurna serta perkaderan-perkaderan pendukung seperti pelatihan jurnalistik
dan sebagainya. Semoga apa yang sudah dan sedang dijalani oleh Kakanda Immawati
Rina dan pengurus lainnya dapat menjadi semangat juang yang baru bagi
teman-teman lainnya terkhusus kader-kader IMM untuk juga jadi seorang Kartini
Merah Maroon.
Komentar
Posting Komentar