Istiqomah dengan Al-Qur'an

Istiqomah dengan Al-Qur’an

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, kali ini penulis membawakan satu tema yang cukup menarik lagi nih buat menambah ilmu serta wawasan kita supaya bisa tetap terus menebar manfaat dan kebaikan antar sesama. Teman-teman disini pasti familiar banget nih sama bulan ini. Bulan Ramadhan, bulan dimana Al-Qur’an diturunkan. Pada bulan tersebut biasanya identik sekali dengan Al-Qur’an karena pada bulan yang mulia ini kita terbiasa untuk berlomba-lomba mengkhatamkan Al-Qur’an. Meskipun Ramadhan telah berlalu, membaca Al-Qur’an tetap harus dilakukan setiap hari. Agar Al-Qur’an tidak hanya menjadi teman di kala bulan Ramadhan saja, tetapi menjadi teman kita sampai hari akhir tiba. Seperti dalam hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam “Bacalah Al-Qur’an sebab ia akan datang pada hari kiamat untuk memberi syafaat bagi para pembacanya” (HR. Muslim).

Nah teman-teman, berikut ini ada beberapa tips yang bisa kalian amalkan agar kita bisa tetap istiqomah untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an, antara lain :
1.     Niat
Salah satu cara agar kita tetap semangat untuk membaca Al-Qur’an yang paling utama adalah niat. Niatkan dalam diri kita untuk senantiasa membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Niatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Seperti dalam hadits, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “sesungguhnya setiap amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Seperti dalam hadits disebutkan setiap amalan tergantung niatnya, ia akan menerima sesuai dengan apa yang diniatkan. Niatkan juga dalam diri kita membaca Al-Qur’an untuk mendapat ridho Allah SWT.  Jika kita memiliki niat untuk selalu dekat dengan Al-Qur’an, maka Allah SWT juga akan mendekatkan kita dengan Al-Qur’an.

2.     Buat target dan jadwal
Agar kita dapat tetap membaca Al-Qur’an setiap hari, buatlah target untuk diri sendiri. Misalnya kita membuat target untuk membaca Al-Qur’an minimal satu halaman dalam sehari, maka kita harus melaksanakan target tersebut. Atau setiap sehabis sholat kita menyempatkan waktu untuk membaca Al-Qur’an walaupun hanya beberapa ayat. Lalu setelah terbiasa, kita bisa menaikan target misalnya dari satu halaman menjadi 2 halaman, 5 halaman, setengah juz, dan seterusnya.
Selain target harian, kita juga bisa membuat target dalam satu bulan atau satu tahun seperti berapa halaman atau berapa ayat hafalan yang harus kita tambahkan dalam sebulan, berapa kali kita harus khatam membaca Al-Qur’an dalam satu tahun, dan lain sebagainya. Setelah membuat target, kita harus konsisten dalam menjalaninya agar dapat mencapai target yang diinginkan.

3.     Hindari kegiatan yang tidak bermanfaat
Bermain gadget, menonton televisi, atau serial drama memang sangat menyenangkan namun juga membuat kita terlena, karena ketika kita larut di dalamnya, terkadang kita lupa dengan aktivitas lain yang seharusnya dikerjakan sehingga menyebabkan diri kita menjadi lalai. Sebaiknya hindari kegiatan-kegiatan yang membuat kita menjadi lalai dalam melakukan ibadah. Jika memang dirasa sulit untuk menghindarinya, setidaknya kita bisa membatasi diri dengan menetapkan jadwal untuk diri kita sendiri. Jadwal seperti apa saja yang seharusnya kita lakukan dalam sehari agar kegiatan menjadi lebih tertata dan waktu kita tidak hanya dihabiskan oleh kegiatan yang kurang bermanfaat. Namun dapat lebih produktif dengan menetapkan jadwal dengan kegiatan-kegiatan yang positif, dan tidak melupakan Al-Qur’an setiap harinya.

4.     Berteman dengan orang-orang yang shalih
Kebanyakan diri kita bisa dilihat dari teman bergaulnya. Dengan siapa kita berteman dapat menunjukan siapa kita. Teman yang baik akan membawa kita kepada kebaikan pula. Ketika kita berteman dengan orang-orang shalih, mereka akan dengan senang hati mengajak kita berbuat baik, ketika kita melakukan suatu kesalahan mereka akan mengingatkan kita.
Dalam sebuah hadits Rasulullah saw “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nah teman-teman mungkin beberapa tips diatas bisa dijadikan referensi untuk kalian supaya bisa terus istiqomah dengan Al-Qur’an ya. Semoga apa yang dibahas pada kesempatan kali ini bisa diamalkan oleh teman-teman semua. Semoga kita selalu bisa membaca, menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Jangan lupa berdo’a kepada Allah SWT agar selalu memudahkan kita untuk dekat dengan Al-Qur’an, karena “Sebaik-baik dari kalian adalah yang mau belajar Al-Qur’an dan mengamalkannya” (HR. Bukhari)


Created By
Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman 2019



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harmoni dalam Komunikasi Organisasi

GEMALI

Peran Kepemimpinan dalam Meningkatkan Literasi: Menumbuhkan Budaya Belajar dan Membaca di Era Society 5.0 dalam Konteks IMM