Polusi dan Jakarta
Polusi dan Jakarta
“Bumi ini bukan milik kita yang hidup di zaman sekarang, akantetapi kita meminjamnya dari anak cucu kita nanti.”
Polusi udara sudah menjadi permasalahan umum yang ada pada setiap negara. Polusi udara bukan hanya tentang “tercemarnya udara” tetapi adanya dampak buruk yang di timbulkan oleh polusi udara yaitu timbulnya penyakit paru-paru seperti ISPA bahkan sampai berujung pada kematian. Seperti yang terjadi pada negara jepang saat di bom atom pada perang dunia kedua, saat itu terjadi pencemaran udara yang besar hingga banyaknya kematian dan bayi lahir cacat permanen. Polusi udara ini tidak bisa di sepelekan, dikarenakan ini pula menyangkut kesejahteraan hidup manusia.
Bukan hanya kesehatan tetapi kualitas lingkungan daerah yang terkena polusi udara menjadi memburuk. Seperti yang terjadi pada video sexy killers yang menceritakan tentang dampak buruk dari pertambangan batu bara, pada video yang berdurasi 1 jam 28 menit 55 detik itu memberikan gambaran kepada kita semua bahwa terdapat wilayah yang terkena dampak buruk akibat dari pertambangan batu bara. Apalagi pembakaran batu bara ini berada dekat dengan lingkungan dan warga sekitar, hal ini menyebabkan warga sekitar memiliki penyakit paru-paru dan kualitas lingkungan disana menjadi memburuk. Petani pohon kelapa terkena dampak dari polusi udara oleh limbah tambang batu bara, dimana tanaman pohon kelapa yang di tanam dekat dengan pembakaran batu bara tersebut menjadi tidak subur dan akhirnya mati.
Pada pandangan islam mengenai lingkungan bahwasannya di jelaskan pada Q.S. 30:41 “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. Kerusakan yang ada di dunia baik dari laut, darat, dan udara pasti berawal dari ulah manusia yang dengan mudahnya merusak tanpa tahu bagaimana menanggulanginya kembali. Setelah kerusakan semakin parah maka alam yang nantinya akan bermain untuk menyadarkan manusia berupa balasan yang telah di perbuat manusia selama ini. manusia yang berbuat dan manusia yang akan merasakan akibatnya, tidak lain tidak bukan hanya untuk menyadarkan manusia agar bertanggung jawab atas apa yang telah di perbuat.
Semua yang ada di dunia ini memang Allah amanahkan untuk manusia, untuk kebutuhan manusia di dunia, untuk kehidupan manusia, alam selalu berbaik hati kepada manusia yang memang membutuhkannya, tetapi mengapa manusia begitu egois mengeruk alam mengambil habis alam yang ada. Alam hanya ingin di jaga tetapi mengapa manusia ingin lebih. Bertambahnya serakah manusia, maka semakin banyak permasalahan yang timbul seperti pemasalahan polusi udara makin bertambah dengan adanya kebakaran hutan yang melanda daerah riau dan kalimantan.
Membuat permasalahan polusi udara ini semakin menjadi sesuatu yang harus segera kita tangani bersama. Kita tidak bisa memberikan pandangan bahwa penyebab seluruh polusi udara hanya berasal dari pabrik-pabrik, kebakaran hutan atau tambang batu bara, tetapi dari kebiasaan kita menggunakan AC (Air Conditioner), kendaraan bermotor ataupun mobil dan kendaraan yang dapat menimbulkan polusi udara lainnya. Sebelum kita mendoktrin bahwa polusi ini di sebabkan dari asap-asap pabrik atau asap dari tambang pabrik kita harus mulai untuk mengurangi pemakaian kendaraan bermotor yang saat ini sudah membanjiri sekitar ibu kota.
Bahkan beberapa media telah memaparkan bahwasannya kualitas udara di Jakarta sudah mencapai kwalitas terburuk, seperti yang di tulis oleh Liputan6.com Jakarta berada pada peringkat 3 kota paling terpolusi di dunia, hal ini berdasar pada data yang telah dirilis oleh AirVisual, kualitas udara DKI berada pada kategori tidak sehat di angka 164 menurut parameter US Air Quality Index (AQI US) atau dengan parameter konsentrasi polusi 2,5 sebesar 81µg/m^3 dengan kelembapan 83 persen dan kecepatan 5,4 km/jam (Liputan6.com, 11/09/2019)
Begitupula dengan beberapa media lainnya seperti KOMPAS.com dan merdeka.com, dari beberapa berita yang sudah diangkat berdasar pada data yang ada, sudah dapat dipastikan bahwasannya udara di Jakarta yang menjadi tempat tinggal kita saat ini sudah tidak baik lagi, lantas timbulah sebuah pertanyaan “apakah ada solusi untuk mengurangi pencemaran polusi tersebut?”.
Langkah pasti yang sudah diambil oleh Pemprov DKI terkait dengan permasalahan polusi udara ini adalah dengan mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 tentang pengendalian kualitas udara di Ibu Kota, langkah tersebut diangggap cukup efektif sebagai alternatif pencegahan polusi udara di wilayah DKI. Pengaplikasian dari instruksi tersebut merupakan perluasan wilayah ganjil genap, membatasi usia pakai kendaraan yang akan melintas di wilayah setempat, pengawasan terhadap pabrik yang berpotensi melanggar aturan lingkungan.
Akantetapi langkah tersebut tidak akan berjalan secara efektif apabila tidak ada kesadaran dari masyarakat itu sendiri selaku pemeran utama dari meningkatnya polusi udara yang ada. Untuk mencegah agar polusi udara tidak meningkat seperti yang dilansir oleh CNN Indonesia bahwa Jakarta menjadi kota dengan polusi udara terburuk nomor tiga di dunia setelah Santiago, Chile, dan Chongqing, China pada Rabu (3/7). Indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI) Santiago menyentuh angka 149 US AQI, sementara Chongqing mencapai 132 US AQI adapun Jakarta mencapai 127 US AQI.
Sebaiknya gunakan kendaraan umum yang sudah disediakan untuk kemudahan kita menjangkau jarang yang jauh tanpa harus membawa kendaraan dan ini adalah salah satu langkah awal kita untuk menyelamatkan negara kita dari berbagai polusi udara. Setelah kita mulai dari diri sendiri maka kita akan menjadi pribadi yang cinta akan lingkungan hidup kita. Selain itu kita juga bisa menyumbangkan 1 pohon di taman-taman kota ataupun pekarangan dekat rumah kita agar kualitas udara tersebut menjadi membaik.
Dengan adanya penanaman pohon ini kita dapat menyumbang oksigen di muka bumi ini. Adanya 1 pohon dapat menyumbangkan banyak oksigen untuk yang lainnya, dengan banyaknya pohon yang ditanam akan membuat udara menjadi sejuk dan dapat pula mengurangi polusi udara. Dikarenakan pohon menggunakan CO2 untuk fotosintesis nya yang hasil dari fotosintesis tersebut adalah O2 yang sangat di butuhkan oleh warga bumi.
Bidang Hikmah
PK IMM Psikologi UHAMKA
2018-2019
Great! Mari lebih menyayangi bumi kita agar ia tak terusik dengan keberadaan manusia yang hanya peduli memijak tapi tidak untuk dipijak.
BalasHapusReminder banget ni buat kita yg tinggal d bumi untuk lebih menjaga dan melindungi bumi tercinta
BalasHapuscintai bumi mu❤
BalasHapuskalo bukan kita siapa lagi yang bakal menjaga bumi kann, yukkk kita jaga bumi untuk anak cucu kitaaa😁
BalasHapus👍🏻👍🏻
BalasHapusBumi itu dipelihara bukannya dirusak, jaga bumi seperti jaga diri kita, supaya bumi tidak sakit lagi
BalasHapus