BISMILLAH


BISMILLAH (Bersyukur itu Seindah Mengagumi Ciptaan Allah)

وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim:34)
            
            Coba renungkan sedikit waktu kalian untuk menyimak pembahasan kali ini, tidakkah kalian berpikir bahwa semua yang terjadi itu atas nikmat dan kehendak dari Allah SWT? kita tidak akan pernah sanggup untuk menghitung nikmatNya. Air, udara, tubuh yang sehat, keamanan dan sandang pangan adalah salah satu contoh dari nikmat dunia, kita memiliki dunia namun kita tidak mengetahuinya, apakah kalian mengira bahwa berdiri tegak diatas betis merupakan hal yang mudah sehingga luput dari kesadaran diri kalian? Sedang bila kedua tulang itu tidak kuat akan bisa patah? Dalam tubuh ini juga terdapat nikmat yang harusnya bisa kita syukuri, tahukah kalian bahwa di dalam tubuh terdapat bermiliar sel yang terus berganti setiap satu jam? Atau tahukah kalian bahwa dalam 1 hari jantung kita berdetak selama 100.000 kali? “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan”
               
             Bersyukur adalah satu kata yang bisa berfungsi sebagai obat, obat dari kekecewaan ataupun kesedihan dengan bersyukur kita bisa mendapatkan kebahagiaan, baik dalam keadaan kita diberi nikmat maupun ketika kita tengah ditimpa musibah. Orang yang senantiasa bersyukur maka mereka akan merasa kalau hidup mereka bahagia dan merasa cukup atas segala yang dimilikinya. Bersyukur merupakan kunci untuk mendapatkan ketenangan jiwa. Bersyukur adalah suatu perbuatan yang bertujuan untuk berterima kasih atas segala limpahan nikmat yang telah Allah SWT berikan.


Cara untuk bersyukur dibedakan menjadi 3 yakni:

1.     Bersyukur dengan hati
Bersyukur dengan hati dilakukan dengan menyadari bahwa nikmat yang Allah berikan baik besar ataupun kecil semata-mata atas anugerah yang telah Allah berikan kepada kita. Allah SWT berfirman:
وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ

“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.” (QS. An-Nahl:3) 
Bersyukur dengan hati akan melahirkan sebuah rasa kecukupan atas nikmat yang berasal dariAllah baik sedikit maupun banyak. Bersyukur yang ditumbuhkan dengan hati yang tulus akan menciptakan kalimat-kalimat pujian kepada Allah tentang makna kehidupan atas dunia yang dijalaninya.

2.      Bersyukur dengan lisan
Ketika di dalam hati seseorang telah tertanam keyakinan akan nikmat yang diperoleh oleh          dirinya semata-mata dating dari Allah maka akan seseorang akan spontan berucap     “Alhamdulillah” (Segala puji bagi Allah) dan Wasysyukru lillah (dan segala syukur juga milik Allah).
    
Al pada kalimat Alhamdulillah berfungsi sebagi istighraq, yang mengandung arti keseluruhan. Sehingga kata alhamdulillah mengandung arti bahwa yang paling berhak menerima pujian adalah Allah SWT, bahkan seluruh pujian harus tertuju dan bermuara kepada-Nya.
3.    
       3.      Bersyukur dengan perbuatan
S    Syukur dengan perbuatan mengandung arti bahwa segala nikmat dan kebaikan yang kita terima harus dipergunakan di jalan yang diridhoi-Nya. Misalnya untuk beribadah kepada Allah, membantu orang lain dari kesulitan, dan perbuatan baik lainnya. Nikmat Allah harus kita pergunakan secara proporsional dan tidak berlebihan untuk berbuat kebaikan. Rasulullah saw menjelaskan bahwa Allah sangat senang melihat nikmat yang diberikan kepada hamba-Nya itu dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah senang melihat atsar (bekas/wujud) nikmat-Nya pada hamba-Nya.” [HR. Tirmidzi dari Abdullah bin Amr]
Maksud dari hadits di atas adalah bahwa Allah menyukai hamba yang menampakkan dan mengakui segala nikmat yang dianugerahkan kepadanya.

         Mensyukuri nikmat adalah salah satu wujud kecintaan seorang hamba kepada Allah SWT dengan bersyukur maka seseorang memiliki keaadaran bahwa nikmat yang diberikan Allah SWT amatlah melimpah. Anggapan kebanyakan orang, bersyukur kepada Allah hanya perlu dilakukan pada saat mendapatkan anugrah besar atau terbebas dari masalah besar adalah hal yang merupakan suatu kekeliruan yang besar. Padahal jika kita merenung sejenak, maka kita akan bisa menyadari bahwa kita semua ini dikelilingi oleh nikmat yang tidak terbatas banyaknya. Dalam hitungan waktu ,setiap detik, setiap menit, dan seterusnya tercurah kenikmatan dari Allah tak terhenti yang berupa hidup, kesehatan, kecerdasan, panca indra, udara yang dihirup. Bila seorang hamba bersyukur kepada Allah ta’ala atas segala nikmatnya sungguh kesyukurannya tersebut kemaslahatannya akan kembali kepada dirinya sendiri. Allah Dzat yang Maha kaya, tidak membutuhkan makhluknya berfirman,

         “Dan barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengkufuri maka sesungguhnya Allah Maha kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Lukman: 12)
Maka, sungguh ini merupakan hikmah yang diberikan oleh Allah SWT bagi orang-orang yang senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah kepada hambaNya. Kita tidak akan pernah bisa menghitung nikmat yang Allah berikan kepada kita oleh karena itu sepatutnya kita sebagai manusia haruslah bersyukur tiap jam, menit dan detiknya karena bisa menghirup udara dunia itupun merupakan bentuk nikmat dari Allah yang diberikan kepada kita agar kita bisa fokus mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang bersyukur sehingga Allah ridho terhadap segala aktivitas yang kita jalani di dunia ini, aamiin.


Created by Zaranee00
Kader PK IMM Psikologi 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harmoni dalam Komunikasi Organisasi

GEMALI

Peran Kepemimpinan dalam Meningkatkan Literasi: Menumbuhkan Budaya Belajar dan Membaca di Era Society 5.0 dalam Konteks IMM