Literasi Media Sosial dan Perilaku Netizen-Talkshow Media Sosial
“Literasi Media Sosial
dan Perilaku Netizen”
Seiring berjalannya waktu kita
telah memasuki zaman yang tak asing kita dengar dengan sebutan zaman Millenial
atau tahun 2000-an. Begitu banyak perbedaan-perbedaan yang sudah sering tampak
antara zaman dahulu dan zaman sekarang ini. Salah satunya yaitu saat ini kita
semua menggunakan media sosial untuk mendukung kebutuhan sehari-hari misalnya
dalam lingkup belajar, pekerjaan, sosial, bahkan keluarga.
Namun
sangat disayangkan, saat ini masih terdapat beberapa kesalahpahaman dalam
proses penggunaan media sosial. Contoh kasus yang familiar berupa cyberbullying, isu hoax dan toxic.
Penggunaan media sosial dengan tidak bijak dapat memberikan dampak negatif yang
cukup besar. Sampai saat ini sudah terdapat beberapa contoh kasus penggunaan
media sosial yang tidak bijak sehingga berdampak pada sikap atau psikologis
pengguna media sosial itu sendiri, khususnya berdampak pada kesehatan mental.
Dalam ranah psikologi, kesehatan mental mempengaruhi pemikiran seseorang secara
rohani dan jasmani. Meski demikian masih tetap ditemukan penyalahgunaan media
sosial yang menyebabkan kesehatan mental pengguna menjadi terganggu seperti
depresi, stress, serta pengguna menjadi kecanduan dalam memanfaatkan media
sosial yang berlebih.
Kasus
tersebut banyak dialami oleh generasi millenial sehingga menjadikan generasi
tersebut sebagai salah satu permasalahan utama dalam penggunaan media sosial
yang patut di bimbing secara baik dan bijak. Terkhusus bagi seorang mahasiswa
yang juga tergolong pengguna aktif media sosial, penting bagi mereka untuk mengetahui
bagaimana cara penggunaan media sosial yang baik dan bijak, sehingga tidak
menimbulkan dampak negatif yang pada akhirnya akan merugikan.
Interenet merupakan salah satu penetuan wilayah
Indonesia dari sabang hingga marauke dengan persentasi 54% penduduk Indonesia
atau 143.26 juta pada tahun 2017berdasarkan APJII,2017. Hal ini terjadi
memiliki beberapa manfaat dalam dunia Pendidikan terutama pada saat
pembelajaran telah menggunakan electronic based sehingga proses pembelajaran
menjadi lebih mudah di pahami oleh murid-murid. Terdapat juga dalam budaya
komunikasi yang menjadi lebih efisien melalui beberapa applikasi dalam social
bermasyarakat seperti skype, whatsapp, line, dan sebagainya. Tak luput juga
dari dunia masyarakat kita yang seringkali berbelanja secaralangsung namun
sekarang telah dapat dilakukan melalui aplikasi penjualan online. Beberapa
manfaat ini sangat terasa dikalangan sekarang takluput di Indonesia saja namun
berbagai belahan dunia pun telah dapat terhubung hanya dengan saluran internet.
Dalam proses pengenarisasi digital memiliki beberapa
poin penting seperti indentitas, dengan pembuatan akun media social yang telah
disajikan dalam berbagai aplikasi yang ada. Proses belajar, selalu mengakses
dengan mesin pencarian seperti Googel, Yahoo atau yang lain. Kebebasan
berekspresi, generasi digital seringkali menginginkan kebebasan tanpa aturan
dan tekanan sehingga internet menawarkan kebebasan tersebut. Privasi, kata
privasi ini cenderung lebih terbuka sehingga berfikir agraif. Secara general
manfaat media social yaitu :
1. Penyebaran informasi
2. Pembentukan opini publik
3. Edukasi dan sosialisasi
4. Klarifikasi isu
5. Branding: personal, institusional, produk, program, dll.
6. Pemasaran & bisnis
7. Mobilisasi publik
8. Gerakan sosial
9. Membangun komunitas khusus
Akan terdapat beragam informasi yang di tersebar
dalam dunia internet saat ini sehingga valid atau tidkanya sebuah informasi
akan menjadi bahan petanyaan halayak ramai. Dalam pembahasan ini sering
disebuat HOAX sebagai pengartianya menurut KBBI adalah berita bohong. Dalam
penyebaran berita bohong atau Hoax ini ada beberapa konsekuensinya berupa :
1. Membuat masyarakat menjadi curiga dan bahkan membenci
kelompok tertentu
2. Menyusahkan atau bahkan menyakiti secara fisik orang yang
tidak bersalah
3. Memberikan
informasi yang salah kepada pembuat kebijaksanaan
1. Rutinlah membaca berita dari media yang well-established dan
dihormati.
2. Orang yang paling rentan hoax adalah
orang yang jarang mengonsumsi berita.
3. Kalau suatu berita kedengarannya tidak mungkin, bacalah
dengan lebih teliti karena seringkali itu karena memang itu tidak mungkin.
4. Jangan share artikel/foto pesan berantai tanpa
membaca sepenuhnya dan yakin akan kebenarannya
Akan
terdapat berbagaimacam langkah-langkah dalam proses cek berita hoax :
1.
Ada
kata-kata: Sebarkanlah! Viralkanlah!(dan
sejenisnya).
2. Artikel penuh huruf besar dan tanda seru.
3. Merujuk ke kejadian dengan istilah kemarin, dua hari yang lalu, seminggu
yang lalu, tanpa ada tanggal yang jelas.
4. Ada link asal berita tapi waktu ditelusuri, beritanya sama sekali beda atau malah link sudah mati.Cek terlebih dahulu link yang ada di info tersebut.
Contoh ketika ada berita Sri Mulyani
antri Nike Great Sale berjam-jam.
Ternyata nama sama, tapi bukan Menkeu.
5. Link berita asal merupakan opini seseorang, bukan fakta. Harus diingat,
beda opini dan fakta.
Hal
ini muncul dengan menciptakan suatu kecemasan, kebencian, permusuhan dan
sebaginya. Akan terlihat sumber berita yang tidak jelas atau dikenalsehingga
sulit untuk diminta pertanggung jawabanya. Sebuah pesan yang akan menitik
meratkan pada suatu pihak dan bersifat tidak netral. Seringnya mencantumkan
nama-nama orang terkenal sebgai pemberitaan dengan menyertakan agama, suku,
ras, bahkan rakyat. Terkadang pemberitaan yang Hoax ini memiliki judul yang
tidak relefan terhadap isi pemberitaan tersebut. Sehingga akan membentuk
pemberian julukan dan meminta untuk berita disebar luaskan dengan data yang
sungguh ilmiah terlihat dan Nampak dipercaya akan etrjadi penyembunyian fakta
sebenarnya dalam berita teresebut.
Sehingga halini
menjadikan Indonesia menjadi peringkat ke 2 terakhir pada keminatan dalam
membaca pada masyarakatnya. Sehingga menjadikan isu hoax merajalela di
pemberitaan. Temuan berita hoax pada maret 2019 telah mencapai 453 oleh pihak
KOMINFO. Ditotal pada agustus 2018 hingga maret 2019 telah mencapai 1.224
pemberitaan hoax.
Maka dari itu kita harus
pintar dalam menelaah pemberitaan yang ada pada masyarakat dengan cara
pengecekan melalui :
1. stophoax.id
2. turnbackhoax.id
3. cekfakta.com
4. Facebook Groups: FAFHH
Setelah kita mengetahui hal tersebuat akan ada rambu-rambu dalam penyebaran berita dan sebaginya pada dunia mediasi atau media social berupa undang-undang informaasi teknologi dan elektronik. Sehingga kita harus cermat dalam menyebarluaskan sebuah berita dan dalam proses pemahamamn berita tersebut.
Sehingga pada pengaduan ini akan membantu meminimalisir
berita hoax. Pemerintah pun telah berupaya dalam hal etrsebut dengan proses
sosialisasi, literasi dan edukasi serta optimalisasi aktivitas komunikasi.
oleh Ayahanda Gun Gun Siswadi, M.SI





MasyaAllah.. bermanfaat sekali. Terima kasih ilmunya kaka😄
BalasHapusIlmu yang bermanfaat untuk mengisi waktu menjelang berbuka. Terimakasih
BalasHapusAlhamdulillah informasi yang sangat bermanfaat 🤗
BalasHapusdatanya lengkap, ngabuburit sambil baca ini.. dan nambah wawasan.
BalasHapus