FIKIH WANITA HAIDH
FIKIH WANITA (HAIDH)
“Mereka
bertanya kepadamu tentang Haidh. Katakanlah, “haidh itu adalah suatu kotoran”.
Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita itu di waktu haidh,
dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka tellah
suci, maka campurilah mereka itu ditempat yang diperintahkan oleh Allah
kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai
orang-orang yang mensucikan diri. Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat
kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat kamu bercocok tanammu itu
bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah amal yang baik untuk dirimu,
ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira
orang-orang yang beriman."(Al-Baqarah (2)
: 222-223)
Apa itu Haidh?
Haidh
adalah kotoran (sakit). Haid itu bukanlah suatu najis tetapi suatu kotoran
(sakit) atau nama lainnya adalah hadas. Yang dimaksud “hendaklah kamu
menjauhkan diri dari wanita itu di waktu haidh, dan janganlah kamu mendekati
mereka sebelum mereka suci” ialah jangan mendekati atau melakukan hubungan
suami-istri (hubungan intim) ataupun menjauh tempat keluarnya darah ketika
wanita sedang haid dan maksud dari janganlah mendekati mereka sebelum mereka
bersuci ialah jangan mendekati mereka sebelum waktu haid berhenti dan boleh
mendekati mereka ketika masa haid sudah berhenti.
Akan
tetapi seperti yang kita ketahui, orang-orang terdahulu mengatakan bahwa wanita
di waktu haid akan membawa malapetaka lalu wanita pun dianggap remeh saat itu.
Sesungguhnya wanita maupun laki-laki sama-sama makhluk ciptaan Allah. Oleh
karena itu, jika menganggap wanita membawa malapetaka dan dianggap remeh itu
adalah salah, karena wanitapun termasuk makhluk ciptaan Allah dan dianggap
mulia.
-
Masa Haid
1.
Umur dan lama : Tidak sama
2.
Pertama kali : 8 tahun (umumnya 12 tahun)
3.
Berhenti (Menopous) : 40-60 tahun
4.
Selama minimal : 1 hari
5.
Maksimal : 15 hari
6.
Umumnya :
6/7 hari
-
Larangan bagi
wanita saat Haid
1. Shalat
2. Thawaf
3. Menyentuh /
membawa Al-Qur’an (kecuali tujuannya untuk mencari ilmu, mencari wawasan, dan dalam keadaan darurat)
4. Diam di
masjid (kecuali tujuannya untuk mendengar kajian dan jika kajian tersebut bisa
didengar dari jarak jauh lebih baik didengar dari jarak jauh daripada diam diri
di masjid)
5. Puasa
6. Suami
menalak isti ketika istri Haid
7. Hubungan
biologis suami-istri, yaitu: seluruh tubuh, V (tempat keluarnya darah), antara
pusar dan lutut
-
Mitos
1. keramas
2. potong kuku
3. potong/cabut
bulu atau rambut
4. menanam
tumbuhan
5. berternak
6. dll (Pamali
lainnya)
“tidak boleh mendzalimi diri apalagi orang
lain”
Maksud dari
pernyataan tersebut adalah janganlah mengikuti ajaran yang tidak ada dalam
Al-Qur’an dan Hadist, apalagi mitos diatas tersebut tidak ada dalam Al-Qur’an
dan Hadist, maka akan lebih baik jauhi dan tidak mengajarkan orang lain dengan
kebiasaan yang tidak sesuai dengan ajaran.
-
Sifat wanita
haid
1. sensitive
2. emosional
3. malas
4. bad mood
5. jika sakit
-> cuti karena sedang haidh -> baiknya ke dokter
6. tidak nyaman
Wanita saat
haid seringkali mengalami hal seperti yang disebutkan diatas. Akan tetapi,
jangan jadikan haidh sebuah alasan untuk tidak beribadah karna ibadah tidak
hanya shalat maupun puasa, tetapi bisa juga berdzikir, membantu orang lain,
mendengar murottal Al-Qur’an, dan lain sebagainya.
- Selesai masa
haid
1. Mandi
besar/junub/basah/keramas
2. Atau dengan
tayamum, asalkan argumennya jelas misalkan karena tidak ada sama sekali air
Lalu apa itu istihadah??
Istihadah
adalah darah yang selalu keluar dari kemaluan perempuan tetapi bukan haidh. Ia
keluar tanpa putus-putus atau mungkin terputus sekejap seperti sehari-hari dalam
sebulan. Ataupun darah yang mengalir setelah lewat 15 hari (haidh), kecuali
jika kebiasaan haidh wanita itu memang lebih dari itu
-
Dalil tentang
istihadah
Maksud dari
darah keluar tanpa terputus-putus ialah sebagaimana aduan Fathimah binti Abi
Hubaisy radhiallahu ‘anha kepada Rasul sebagaimana di dalam hadist shahih
al-Bukhari :
“Ya Rasulullah, sungguh aku mengalam istihadah maka tidak pernah
suci, apakah aku meninggalkan shalat? Nabi menjawab: Tidak, itu adalah darah
penyakit. Namun tinggalkan shalat sebanyak hari yang biasanya kamu haid sebelum
itu, kemudian mandilah dan lakukan shalat”
-
Golongan wanita
istihadah
1. Jika sebelum istihadah, memiliki masa haid
yang bisa diketahui (warna, kuantitas, jenis, bau) maka pada masa tersebut
berlaku padanya hukum haid. Sedangkan masa selainnya adalah istihadah dan berlaku
padanya aturan
2. Jika sebelum
istihadah ia tidak memiliki masa haid yang bisa diketahui namun dapat berpegang
pada perbedaan warna darah yang ada. Jika darah berwana kehitam-hitaman atau
kental atau memiliki bau, maka itu darah haid dan selain itu adalah darah
istihadah.
-
Hukum wanita
saat istihadah
1. Wanita saat
istihadah wajib berwudhu setiap kali akan melaksanakan sha;lat
2. Jika ingin
berwudhu, ia harus mencuci bekas darah dan meletakkan pembalut di vagina atau
sesuatu yang bisa menanam agar darah tidak tembus
Pertanyaan-pertaanyaan
ada banyak pertannyaan yang dilontarkan saat IMMAwati Class tersebut berlangsung, sebagai berikut:
1. Apa sajakah
macam-macam warna darah haidh, dan apakah darah haidh selalu berwarna merah kental?
"Macam-macam
darah haidh ada berwarna kecoklat-coklatan, pink, merah kental, maupun
kehitam-hitaman. Darah haidh tidak selalu berwarna merah kental. Warna darah
haidh bisa berbeda-beda seperti efek dari makanan yang kita makan, ataupun
kondisi kita (yang diamati) sedang letih atau karena melakukan aktivitas yang
berat."
2. Sebelum dan
sesudah haidh biasanya ditandai dengan adanya keputihan, apakah keputihan
termasuk bagian dari haidh?
"Keputihan bisa
jadi karena kondisi tubuh kita sedang letih, dan keputihan bisa jadi sepaket
dengan haid jika baunya seperti bau haidh."
3. Sagaimana
jika agenda haidh tidak teratur?
"Setiap bulan
pasti akan mengalami masa haidh, jika agenda haidh tidak teratur tidak masalah
akan tetapi kita perlu arahkan diri, kenali diri karena yang paling tahu
kondisi kita yaitu kita sendiri seperti pola makan kita seperti apa ataupun
melakukan aktivitas yang berat, karena jika pola makan kurang baik dan
aktivitas yang berat sehingga kondisi kita letih maka agenda haidh bisa jadi
tidak teratur."
IMMAWATI CLASSNarasumber : Ibu
Afni Rasyid
Kajian IMMawati. Kamis, 17 Maret 2016
Kajian IMMawati. Kamis, 17 Maret 2016

Komentar
Posting Komentar